Pemerintah Optimistis Ponpes Al Khoziny Rampung Tepat Waktu
- 03 Apr 2026 20:07 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Pemerintah pusat terus mengawal percepatan pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada Juni 2026 agar dapat langsung digunakan untuk kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2026/2027.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Prof. Dr. rer. nat Abdul Haris, turun langsung melakukan monitoring dan koordinasi lapangan. Kegiatan ini turut melibatkan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri.
"Monitoring dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah. Proyek ini sebelumnya telah dicanangkan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, saat groundbreaking pada 11 Desember 2025," kata Abdul Haris, Jumat 3 April 2026.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, progres pembangunan fisik Ponpes Al Khoziny telah mencapai 22,35 persen. Angka tersebut melampaui target progres sebesar 20,33 persen hingga akhir Maret 2026.
Meski demikian, pihak pelaksana proyek dari Waskita Karya mengungkapkan adanya potensi kendala teknis yang dapat memengaruhi percepatan pekerjaan. Salah satunya adalah proses pemasangan tiang pancang yang harus dilakukan secara ekstra hati-hati guna menghindari dampak terhadap bangunan di sekitar lokasi proyek.
Di sisi lain, pihak Pondok Pesantren Al Khoziny juga menyampaikan sejumlah usulan terkait kebutuhan sarana pendukung pembelajaran setelah pembangunan fisik selesai. Menanggapi hal itu, Kementerian Agama menyatakan komitmennya untuk mengupayakan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan demi menunjang proses pendidikan di pesantren tersebut.
Dalam forum koordinasi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum juga meminta dukungan Kemenko PM untuk mempercepat tindak lanjut usulan anggaran pembangunan tahun 2026 yang saat ini telah diajukan ke Kementerian Sekretariat Negara.
Menanggapi berbagai dinamika tersebut, Abdul Haris menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga agar proyek pembangunan Ponpes Al Khoziny dapat diselesaikan tepat waktu.
“Koordinasi akan terus kami perkuat agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Pembangunan Ponpes Al Khoziny diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitarnya, khususnya di wilayah Sidoarjo dan Jawa Timur secara lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....