Sejumlah Pakar Menilai Kebijakan WFH Efektif Tekan Konsumsi Energi

  • 02 Apr 2026 14:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sejumlah pakar kebijakan publik mendukung penerapan kebijakan work from home (WFH) setiap satu hari dalam seminggu. Kebijakan tersebut dinilai efektif menekan konsumsi energi di tengah ketidakpastian harga minyak dunia saat ini.

Pengamat kebijakan publik Bonti Wiradinata, Kamis 2 Aptil 2026, menyebut langkah pemerintah sebagai bentuk manajemen petmintaan. Dimana pemerintah memilih mengurangi pemakaian energi, dibandingkan menaikkan harga BBM.

“Kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam merespons gejolak harga minyak global. Kebijakan ini menarik karena pemerintah memilih jalur manajemen permintaan dibanding menaikkan harga BBM,” katanya.

Ia memaparkan, penurunan beban listrik gedung perkantoran di kota besar, dapat mencapai 15 persen. Data mobilitas menunjukkan, sektor transportasi menyumbang 46 persen konsumsi energi di Indonesia.

“Pengurangan beban listrik ini membantu menekan beban puncak dan meningkatkan efisiensi energi nasional. Dengan sebagian pekerja bekerja dari rumah, konsumsi bahan bakar kendaraan dapat ditekan signifikan,” kata Bonti.

Bonti menilai kebijakan ini merupakan bentuk konservasi energi sektoral, menyasar operasional gedung dan transportasi. “Penghematan terjadi pada penggunaan listrik kantor dan konsumsi bahan bakar kendaraan harian,” katanya menjelaskan.

Dari produktivitas kebijakan work from home satu hari dinilai tidak akan mengganggu kinerja organisasi signifikan. “Kuncinya bukan lokasi kerja melainkan infrastruktur digital sebagai tulang punggung manajemen,” ujar Bonti.

Pakar kebijakan publik Kristian Widya Wicaksono menilai langkah pemerintah rasional merespons krisis energi global. Pengurangan mobilitas harian berdampak pada penurunan konsumsi bahan bakar sektor transportasi.

“Kebijakan ini merupakan intervensi sisi permintaan untuk menekan konsumsi tanpa membebani fiskal negara. Namun efeknya tidak sepenuhnya linier, karena ada perubahan konsumsi energi rumah tangga,” kata Kristian.

Sebagai informasi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan work from home sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak nasional. “Semua kemungkinan bisa terjadi dan kebijakan ini masih dalam tahap kajian pemerintah,” ujar Bahlil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....