Langkah Adaptif HKTI, Hadapi Ancaman Kelangkaan BBM bagi Pertanian Jatim
- 02 Apr 2026 10:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim menyiapkan langkah adaptif menghadapi ancaman kelangkaan BBM global. Tekanan geopolitik dan potensi krisis energi, dinilai berdampak langsung terhadap keberlanjutan sektor pertanian.
Ketua HKTI Jatim Arum Sabil, Rabu 1 April 2026 menegaskan, kekhawatiran utama petani adalah ketersediaan bahan bakar minyak nasional. “Yang kita khawatirkan adalah BBM, pertanian tidak boleh berhenti,” ujar Arum setelah pertemuan dengan Gubernur Jatim.
Ia menjelaskan sebagian besar alat pertanian seperti traktor dan pompa air masih bergantung BBM sepenuhnya. Ketergantungan ini menjadi risiko besar saat pasokan terganggu dan harga energi meningkat tajam.
Sebagai solusi, HKTI mendorong penggunaan pompa air tenaga surya untuk menjaga irigasi tetap berjalan optimal. “Kami dorong inovasi irigasi tenaga surya agar petani tetap berproduksi saat BBM terbatas,” katanya.
Teknologi tersebut mulai diuji petani dan dikembangkan dalam bentuk portabel untuk penggunaan kelompok tani. Langkah ini diharapkan mengurangi beban biaya energi sekaligus memastikan akses air pada musim kemarau panjang.
HKTI juga menyoroti penurunan debit air serta kerusakan jaringan irigasi akibat alih fungsi lahan pertanian. “Air ada, namun debit kecil sehingga membutuhkan pompa untuk mengangkatnya,” jelas Arum.
Selain energi, HKTI menekankan pentingnya ketersediaan pupuk tepat waktu, serta kemudahan akses pembiayaan perbankan. HKTI berharap pemerintah memberikan dukungan teknologi dan pendampingan berkelanjutan bagi kelompok tani dalam menghadapi krisis global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....