BNPB Bersama Pemprov Jatim Gelar Rakor Mitigasi Kemarau Panjang
- 28 Mar 2026 06:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rakor bersama Pemprov Jatim di Grahadi, Jumat 27 Maret 2026. Secara khusus membahas persiapan dalam menghadapi kemarau panjang 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, beberapa daerah masih terjadi hujan yang menyebabkan banjir. Namun BMKG memprediksi, musim kemarau akan terjadi mulai April 2026.
"Karena hari ini kita masih melihat banjir di beberapa titik. Tapi saat yang sama pun kita sudah harus bersiap. Dari BMKG itu ada kemungkinan April ini beberapa daerah sudah mulai kekeringan," ujarnya.
Gubernur Khofifah mengatakan, beberapa daerah di Jatim yang sudah mengalami kekeringan, seperti Tuban. Kekeringan ini diperkirakan akan tetus meningkat yang puncaknya pada Mei sampai Agustus.
"Ini prediksi dari BMKG ini puncak kekeringan," ungkap Gubernur Khofifah.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjed TNI Suharyanto mengatakan, rakor ini membahas kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi kering. Seperti kebakaran, dan dampak kemarau panjang.
"Kenapa sudah dibicarakan saat ini? Karena prediksi BMKG juga di tahun 2026 tidak lama lagi juga masuk musim kemarau. Ini meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau atau musim kekeringan," katanya.
Dalam rakor tersebut disepakati bahwa untuk mengatasi kekeringan, maupun kebakaran, tidak bisa diatasi oleh salah satu institusi atau hanya pemerintah pusat. Tetapi ada kolaborasi dari semua pihak.
"Dari mulai tingkat terkecil desa, kecamatan, kabupaten, provinsi sampai pemerintah pusat. Tadi dengan Ibu Gubernur sudah sepakat," tegasnya.
Kesiapsiagaan tersebut antara lain, penguatan Satgas Darat, penyiapan peralatan, hingga mengisi embung embung dengan air. Bahkan Pemprov Jatim juga minta kesiapan heliwaterboom bila diperlukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....