Melestarikan Budaya Silaturahmi ditengah Gempuran Digital

  • 27 Mar 2026 16:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di era serba digital, makna silaturahmi seringkali tereduksi hanya sebatas interaksi di layar gawai. Menanggapi fenomena ini, Pro 4 RRI Surabaya kembali menggelar program Dialog Kita Indonesia pada Jumat pagi, 27 Maret 2026 dengan mengangkat tema "Melestarikan Budaya Silaturahmi di Era Kekinian".

Hadir sebagai narasumber, Dr. KH. Sudjak, M.Ag, Ketua Badan Pengelola Pelaksana (BPP) Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Ia membedah bagaimana nilai-nilai luhur silaturahmi harus tetap relevan dan tidak kehilangan "ruh" meskipun media komunikasinya telah berubah.

Kiai Sudjak menekankan bahwa silaturahmi adalah kunci pembuka pintu rezeki dan perpanjang usia, sebagaimana ajaran agama. Namun, beliau menyoroti tantangan generasi saat ini yang cenderung merasa cukup dengan hanya mengirim pesan singkat.

"Teknologi adalah alat, bukan pengganti. Jangan sampai yang jauh mendekat, tapi yang dekat justru terasa jauh karena kita asyik dengan dunia sendiri. Silaturahmi yang sejati adalah bertemunya rasa dan empati," ujar KH. Sudjak.

Dalam dialog interaktif tersebut, terdapat beberapa poin kunci yang dirangkum untuk menghidupkan kembali budaya silaturahmi:

Kualitas di Atas Kuantitas: Bertemu secara fisik memiliki nilai spiritual dan emosional (barokah) yang tidak bisa digantikan oleh video call sesering apa pun.

Adab Digital: Jika terpaksa bersilaturahmi lewat media sosial, gunakan bahasa yang santun dan hindari menyebarkan berita yang memutus tali persaudaraan (hoaks).

Masjid sebagai Simpul Sosial: Masjid Al Akbar Surabaya terus berkomitmen menjadi pusat moderasi dan tempat berkumpulnya umat untuk mempererat ukhuwah tanpa memandang kasta sosial.

Mengingat hari Jumat ini berada di suasana lebaran, KH. Sudjak mengajak pendengar Pro 4 RRI Surabaya untuk menjadikan momentum ini sebagai ajang "pembersihan diri" melalui silaturahmi kepada orang tua, kerabat, dan tetangga.

"Mari kita gunakan perangkat teknologi untuk menjadwalkan pertemuan fisik, bukan malah menjadikannya alasan untuk tidak bertemu," tutup beliau dengan nada penuh motivasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....