Ekonomi Jawa Timur Tumbuh di Atas Nasional
- 27 Mar 2026 07:31 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Perekonomian Jawa Timur sepanjang 2025 menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan 5,33 persen (ctc), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
- pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terutama ditopang sektor industri pengolahan yang tumbuh 5,98 persen (yoy). Sementara dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,12 persen (yoy), mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga
RRI.CO.ID, Surabaya - Perekonomian Jawa Timur sepanjang 2025 menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan 5,33 persen (ctc), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Capaian tersebut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai kontributor 14,40 persen terhadap perekonomian nasional dan 25,29 persen terhadap ekonomi Pulau Jawa.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Kemenkeu Jatim Ir. Max Darmawan, M.Tax. dalam Press Conference ALCo APBN KiTa Regional Jawa Timur hingga 28 Februari 2026 yang digelar secara hybrid di Surabaya dan daring melalui Microsoft Teams, Kamis, 26 Maret 2026.
Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terutama ditopang sektor industri pengolahan yang tumbuh 5,98 persen (yoy). "Sementara dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,12 persen (yoy), mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga." ujarnya.
Memasuki Februari 2026, inflasi Jawa Timur tercatat sebesar 0,95 persen (mtm), 4,88 persen (yoy), dan 0,74 persen (ytd). Komoditas penyumbang inflasi tahunan antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Tekanan inflasi dipengaruhi peningkatan permintaan menjelang awal Ramadan, terutama pada kelompok makanan dan kebutuhan pokok. "Meski demikian, laju inflasi dinilai masih dalam koridor yang terkendali," katanya.
Dari sektor eksternal, nilai ekspor Jawa Timur pada Januari 2026 mencapai 2,05 miliar dolar AS atau tumbuh 4,73 persen (yoy). Namun impor tercatat lebih tinggi sebesar 2,55 miliar dolar AS atau naik 12,01 persen (yoy), sehingga neraca perdagangan mengalami defisit 0,5 miliar dolar AS, lebih dalam dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, kesejahteraan petani menunjukkan perbaikan. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Februari 2026 mencapai 119,92 atau naik 5,46 persen (mtm), tertinggi di antara lima provinsi di Pulau Jawa. Kenaikan ini terutama dipengaruhi peningkatan indeks harga pada subsektor hortikultura, khususnya kelompok sayur-sayuran.
"Kinerja tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Jawa Timur tetap kuat di tengah dinamika global dan meningkatnya permintaan domestik menjelang Ramadan," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....