BMKG Juanda: Waspada Cuaca Ekstrem di Jatim

  • 27 Mar 2026 05:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 26 Maret hingga 4 April 2026.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sebagian besar kabupaten dan kota di Jawa Timur, di antaranya Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik, Kediri, Malang, Madiun, Lumajang, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, Tulungagung, Jember, Pasuruan, Bojonegoro, Jombang, Lamongan, Tuban, serta kota Surabaya, Batu, Mojokerto, Pasuruan, dan Probolinggo.

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, sebagian wilayah Jawa Timur saat ini mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Namun, kondisi ini diikuti dengan potensi peningkatan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

“Dalam 10 hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” kata Taufiq Hermawan dalam rilis resmi BMKG Juanda, Kamis, 26 Maret 2026.

Lebih lanut dikatakan Taufiq, potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh gangguan Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin, suhu muka laut yang hangat di Selat Madura, serta dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle di Samudera Hindia. Selain itu, kondisi atmosfer yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.

“Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.

BMKG Juanda mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es, terutama di wilayah dengan topografi curam atau pegunungan.

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap perubahan cuaca secara mendadak serta dampak yang dapat ditimbulkan, seperti jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk radar cuaca dan peringatan dini yang diperbarui secara berkala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....