Gubernur Khofifah Bahas Dampak Geopolitik Global Bersama Bupati Walikota
- 26 Mar 2026 17:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar diskusi publik bersama bupati walikota se-Jawa Timur di Surabaya. Forum ini membahas dampak sosial ekonomi akibat ketegangan geopolitik global yang meningkat signifikan belakangan.
Kegiatan berlangsung di Gedung Negara Grahadi dan dihadiri seluruh kepala daerah kabupaten kota se-Jawa Timur. Diskusi ini juga menjadi momentum halal bihalal dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah, pada Rabu, 25 Maret 2026.
Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memandu jalannya diskusi dengan menghadirkan narasumber teknokrat dan akademisi nasional. Narasumber berasal dari kementerian, Bank Indonesia, serta Universitas Airlangga dengan pembahasan komprehensif dan mendalam.
Khofifah menegaskan dinamika geopolitik global berpotensi mengganggu sektor energi pangan dan logistik daerah. Ia menyebut risiko tersebut harus diantisipasi bersama melalui kebijakan terintegrasi dan responsif pemerintah daerah.
“Kita memahami dinamika global berpotensi berdampak luas terhadap sektor energi pangan dan logistik,” ujarnya.
Menurutnya tantangan ini harus dihadapi dengan kesiapan kolektif dan strategi adaptif seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan Jawa Timur harus menjadi daerah resilien adaptif serta mampu menangkap peluang ekonomi global.
Khofifah menyebut tantangan bukan hanya bertahan tetapi memperkuat kemandirian ekonomi daerah secara berkelanjutan. Data menunjukkan kontribusi ekonomi Jawa Timur sangat besar terhadap nasional dan Pulau Jawa saat ini. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,33 persen dengan PDRB lebih dari Rp3.403 triliun sepanjang tahun 2025.
Kinerja investasi juga meningkat signifikan dengan pertumbuhan kuartalan mencapai 31,6 persen pada akhir tahun. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Jawa Timur tetap terjaga dengan baik.
Di sektor logistik Jawa Timur berperan sebagai simpul distribusi nasional terutama kawasan Indonesia timur. Sementara sektor pangan menunjukkan ketahanan kuat dengan produksi beras tertinggi secara nasional saat ini.
“Kami mengajak masyarakat tidak melakukan panic buying karena stok dan harga tetap terkendali,” katanya.
Ia menegaskan sinergi seluruh pihak menjadi kunci menghadapi tantangan geopolitik global secara efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....