Pakar Sebut Drone Bayraktar TB3 Dinilai Efisien Perkuat Pertahanan Indonesia

  • 25 Mar 2026 22:06 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya -Indonesia dinilai mengambil langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan udara dengan memilih drone tempur canggih dari Turki, Bayraktar TB3. Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik ITS, Arman Hakim Nasution, Rabu, 25 Maret 2026, menyebut penggunaan drone menjadi opsi yang lebih efisien dibandingkan pengembangan pesawat tempur.

“Paling murah sebenarnya daripada membuat pesawat adalah membeli atau membuat drone,” ujarnya. Ia mencontohkan Turki yang memprioritaskan pengembangan drone dalam konsep pertahanan negaranya.

Menurutnya, pendekatan tersebut lebih efektif dibandingkan membangun mesin pesawat yang membutuhkan biaya besar. “Negara seperti Turki fokus pada drone untuk menyerang, bukan hanya bertahan seperti sistem pertahanan udara,” katanya.

Lebih lanjut, Arman mengingatkan potensi ancaman dari konflik global yang dapat berdampak tidak langsung pada Indonesia. Ia mencontohkan kemungkinan pecahan rudal balistik yang melintas di wilayah udara Indonesia.

“Jika ada rudal balistik melintas, pecahannya bisa jatuh di wilayah Indonesia dan berpotensi menimbulkan korban,” katanya. Dalam konteks tersebut, Indonesia mengambil langkah konkret dengan mengakuisisi drone tempur Bayraktar TB3 dari Turki.

Indonesia menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara signifikan pada 2025–2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat TNI di seluruh matra.

Penguatan tersebut mencakup pengadaan jet tempur, pesawat angkut, kapal selam, hingga rudal strategis. Upaya modernisasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan pertahanan nasional melalui target Minimum Essential Force (MEF) serta menjaga kedaulatan wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....