Kedelai Goreng Masih Jadi Primadona Suguhan Lebaran

  • 23 Mar 2026 06:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : Pada momen Hari Raya Idulfitri, berbagai hidangan memenuhi meja tamu masyarakat. Di antara deretan kue kering modern dan kekinian, kedelai goreng tetap mengukuhkan posisinya sebagai salah satu camilan tradisional yang paling dicari dan wajib ada saat Lebaran.

Camilan sederhana ini memiliki daya tarik tersendiri karena teksturnya yang renyah dan rasa gurih yang khas. Tidak hanya lezat, kedelai goreng juga dinilai lebih "tahan lama" untuk menemani obrolan hangat bersama sanak saudara yang datang bertamu.

Popularitas kedelai goreng sebagai suguhan Lebaran bukan tanpa alasan. Berikut adalah beberapa faktor yang membuatnya tetap eksis:

Rasa Autentik: Perpaduan bawang putih dan garam yang meresap ke dalam kacang kedelai memberikan sensasi gurih yang membuat siapa pun sulit berhenti mengunyah.

Tekstur yang Pas: Berbeda dengan kacang tanah yang cenderung empuk, kedelai goreng menawarkan kerenyahan yang lebih padat, memberikan kepuasan tersendiri saat dinikmati.

Harga Terjangkau: Dibandingkan dengan kue kering berbahan mentega impor, kedelai goreng jauh lebih ekonomis namun tetap elegan saat disajikan di dalam stoples kaca.

Bagi Anda yang ingin mencoba membuat sendiri di rumah agar lebih higienis dan sesuai selera, beberapa pedagang pasar tradisional berbagi tips agar kedelai tidak keras:

Perendaman Lama: Rendam kedelai minimal 4–6 jam atau semalaman dengan sedikit soda kue agar merekah.

Bumbu Halus: Gunakan banyak bawang putih geprek dan garam yang dilarutkan dalam air rendaman terakhir agar rasa meresap hingga ke dalam.

Teknik Menggoreng: Masukkan kedelai saat minyak benar-benar panas, lalu kecilkan api sedikit agar matang merata dan berwarna kuning keemasan sempurna.

Meski rasa original bawang putih tetap menjadi juara, kini mulai muncul variasi kedelai goreng dengan bumbu pedas manis (balado) atau daun jeruk yang memberikan aroma segar. Hal ini membuktikan bahwa camilan tradisional mampu beradaptasi dengan selera generasi muda.

Bagi masyarakat di Jawa Timur, khususnya di daerah Surabaya dan sekitarnya, menikmati kedelai goreng bukan sekadar makan camilan, melainkan bagian dari tradisi silaturahmi yang sederhana namun penuh makna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....