Holy Skateboard Surabaya Ubah Stigma Negatif Jadi Prestasi
- 19 Mar 2026 05:30 WIB
- Surabaya
.RRI.CO.ID,Surabaya - Program dialog interaktif Ngobras Pro 1 yang mengudara pada Rabu, 18 Maret 2026, menghadirkan pembahasan menarik seputar dunia olahraga skateboard. Acara yang dipandu oleh Joe Adi Yuanda ini menghadirkan Holy Skateboard Surabaya sebagai bintang tamu, sebuah komunitas yang telah dikenal luas berkat prestasinya di tingkat lokal maupun nasional.
Hadir sebagai narasumber utama dalam dialog tersebut adalah Eddo selaku pendiri komunitas, serta Evan yang berperan sebagai pelatih. Program ini juga berlangsung interaktif dengan membuka kesempatan bagi para pendengar untuk berpartisipasi langsung melalui sambungan telepon dan aplikasi WhatsApp.
Di segmen awal, Eddo mengawali pembicaraan dengan mengungkapkan bahwa olahraga skateboard kerap dipandang negatif oleh masyarakat. Ia menilai stigma tersebut justru menjadi titik awal berdirinya komunitas untuk mengubah paradigma yang berkembang.
“Stigma negatif itulah yang ingin dikembalikan oleh Komunitas Holy Skateboard. Dimana komunitas ini merupakan ajang prestasi bukan hanya sekedar sok kebarat-baratan,” ujar Eddo dalam wawancaranya.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama didirikannya komunitas ini adalah untuk memberikan wadah yang terarah bagi para penggemar skateboard dari berbagai kalangan. Dengan adanya pembinaan yang sistematis, diharapkan para skater dapat berkembang secara maksimal.
Lebih lanjut, Eddo yang juga mendirikan sekolah skateboard menjelaskan bahwa komunitasnya terbuka bagi pemula maupun yang sudah memiliki kemampuan dasar. “Mulanya saya sengaja membuka skate school untuk anak-anak yang tidak bisa bermain skateboard atau anak-anak yang sudah terbiasa bermain skateboard namun belum terarah,” katanya.
Berkat semangat dan konsistensi, Holy Skateboard berhasil melahirkan banyak atlet berbakat. Prestasi para skater binaannya bahkan telah diakui hingga tingkat nasional, termasuk dalam ajang besar seperti Asian Games 2018 yang turut mengharumkan nama Surabaya.
Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Evan yang telah berpengalaman sekitar 16 tahun dalam melatih. Ia menegaskan bahwa kunci utama dalam pembinaan bukan hanya soal prestasi, melainkan rasa suka dan semangat berbagi. “Tidak ada duka dalam melatih yang ada hanya rasa suka dan semangat berbagi,” ucapnya, seraya berharap komunitas ini terus aktif berkontribusi dalam memajukan olahraga skateboard di Indonesia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....