Mudik Gratis Tekan Kecelakaan dan Hemat Energi
- 17 Mar 2026 14:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program mudik gratis dinilai mampu menekan angka kecelakaan sekaligus menghemat konsumsi energi nasional, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat pada periode Lebaran. Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menegaskan peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum menjadi langkah strategis.
“Mudik gratis terbukti mampu menekan angka kecelakaan, karena masyarakat tidak lagi memaksakan perjalanan jarak jauh dengan sepeda motor atau kendaraan pribadi yang berisiko tinggi,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog Aspirasi Pro 1 RRI Surabaya, Selasa, 17 Maret 2026.
Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia menunjukkan jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tinggi, mencapai lebih dari 150 ribu kejadian per tahun, dengan sekitar 70 hingga 80 persen didominasi sepeda motor. Pada periode mudik, penggunaan kendaraan pribadi juga masih mendominasi pergerakan masyarakat.
Kondisi ini berdampak pada meningkatnya risiko kecelakaan serta tingginya konsumsi bahan bakar. Sementara itu, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia mencatat sektor transportasi menyerap sekitar 40 persen konsumsi energi nasional, dengan kontribusi terbesar berasal dari transportasi darat.
| Baca juga: Organda Jatim Siap Layani Angkutan Lebaran |
“Ketika masyarakat beralih ke transportasi umum, penggunaan bahan bakar bisa ditekan signifikan. Ini penting karena sebagian besar kebutuhan energi transportasi kita masih bergantung pada impor,” kata Djoko.
Ia menambahkan, ketergantungan terhadap energi global menjadi tantangan tersendiri, mengingat sebagian pasokan minyak dunia berasal dari kawasan yang rentan terhadap gejolak geopolitik. Sejalan dengan itu, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terus mendorong masyarakat memanfaatkan transportasi publik melalui program mudik gratis guna mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan perjalanan.
Djoko pun mengajak masyarakat untuk mulai mengubah pola mobilitas, khususnya saat momentum mudik. “Kami mengimbau masyarakat beralih ke transportasi publik. Selain lebih aman, ini juga bentuk kontribusi nyata dalam menghemat energi nasional di tengah ketidakpastian global,” tuturnya.
Ke depan, penguatan transportasi massal yang aman dan terjangkau, serta pengembangan kendaraan ramah lingkungan, dinilai menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....