Tantangan Menjaga Silaturahmi Ditengah Modernitas
- 10 Mar 2026 11:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Menjaga hubungan kekeluargaan di tengah gempuran kesibukan modernitas menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat perkotaan. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam siaran Cahaya Pagi RRI Pro 4 Surabaya edisi Selasa, 10 Maret 2026. Menghadirkan narasumber Mochamad Abduloh, S.H.I., S.Pd., M.Pd., yang merupakan Penyuluh dari Kecamatan Sukolilo, diskusi pagi ini mengusung tema filosofis Jawa yang mendalam: "Ojo Kepaten Obor, Ayo Lor Njaga Silaturahmi."
Dalam paparannya, Mochamad Abduloh menjelaskan bahwa istilah Kepaten Obor (padamnya obor) adalah perumpamaan bagi seseorang yang kehilangan jejak silsilah keluarga atau terputusnya komunikasi antar saudara. "Jangan sampai kita tinggal berdekatan, atau bahkan satu garis keturunan, tapi tidak saling kenal karena sibuk dengan dunia masing-masing. Obor atau penerang silsilah ini harus tetap menyala agar harmoni keluarga tetap terjaga," kata Abduloh.
Selama sesi siaran, terdapat beberapa langkah praktis yang dibagikan untuk mencegah kepaten obor di era digital, diantaranya pemanfaatan teknologi dengan menggunakan grup keluarga bukan hanya untuk informasi formal, tapi sebagai sarana menyapa dan berbagi kabar ringan.
Lalu tradisi Sambang, yaitu meluangkan waktu untuk tatap muka, meskipun sederhana, tetap memiliki nilai emosional yang tidak bisa digantikan oleh pesan singkat.
Edukasi ke Generasi Muda: Mengenalkan silsilah keluarga kepada anak-anak agar mereka tahu siapa saudara dan tetangga mereka (konsep Lur atau Sedulur).
Siaran ditutup dengan pesan bahwa silaturahmi bukan sekadar berkumpul, melainkan upaya memperpanjang usia dan melapangkan rezeki sebagaimana ajaran agama dan tuntunan budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....