Khofifah Hadiri Nuzulul Qur’an dan Penutupan Pesantren Anak
- 08 Mar 2026 16:38 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penutupan Pesantren Anak Ramadhan PP Muslimat NU di Jakarta. Kegiatan tersebut digelar di kantor PP Muslimat NU pada Sabtu malam dengan suasana khidmat dan penuh kehangatan.
Acara yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama dihadiri pengurus serta jamaah Muslimat NU dari berbagai daerah. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan tersebut selama Ramadan.
Dalam siaran pers, Minggu 8 Maret 2026, Khofifah menegaskan Muslimat NU memiliki peran strategis memperkuat nilai Islam rahmatan lil alamin. Ia menyebut organisasi perempuan Nahdliyin tersebut terus menanamkan nilai keislaman yang membawa kedamaian di masyarakat.
Menurut Khofifah, keberadaan Muslimat NU yang tersebar hingga pelosok desa menunjukkan kontribusi besar bagi masyarakat. Ia juga menyebut jaringan organisasi tersebut telah menjangkau berbagai negara dan komunitas diaspora Indonesia.
Ia menambahkan anggota Muslimat NU tersebar hingga pelosok desa bahkan berbagai negara di dunia. “Mudah-mudahan semuanya menjadi amal ibadah kita dan menjadi jariyah bagi organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama,” ujar Khofifah.
Khofifah mengatakan perempuan khususnya para ibu memiliki peran penting membentuk karakter generasi sejak usia dini. Menurutnya, keluarga menjadi ruang utama menanamkan nilai agama, moral, serta kepedulian sosial kepada anak.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Meutya Hafid mengenai pembatasan media sosial anak. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.
Ia menilai kebijakan tersebut penting untuk melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gawai berlebihan. “Mulai 26 Maret anak-anak di bawah 16 tahun sudah dilarang mengakses media sosial,” kata Khofifah.
Menurutnya, tidak semua orang tua mampu memantau aktivitas digital anak sepanjang waktu setiap hari. Karena itu kebijakan pemerintah dinilai menjadi langkah bersama menjaga kesehatan mental serta perkembangan anak.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan apresiasi atas gagasan kegiatan pesantren Ramadan anak tersebut. Ia menyebut program tersebut merupakan ide Khofifah yang kini didukung enam kementerian serta Menko PMK.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....