Genwiz Learning Ajak Gen-Z Lirik Ecopreneur
- 07 Mar 2026 11:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah isu perubahan iklim yang semakin nyata, konsep kewirausahaan yang ramah lingkungan atau ecopreneurship kini menjadi tren baru di kalangan anak muda. Hal ini menjadi topik hangat dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Surabaya, edisi Sabtu, 7 Maret 2026.
Hadir sebagai narasumber, Andre Yesevin Hutabarat, Founder Genwiz Learning, memaparkan bagaimana komunitas ecopreneur bukan sekadar bisnis mencari keuntungan, melainkan sebuah gerakan moral untuk menjaga bumi. Komunitas ini dibentu awalnya secara online ditahun 2022.
Lalu membuka kelas offline di tahun, dan ditahun 2025 sudah merambah ditingkat nasional dan komunitas ini semakin berdampak. "Menjadi ecopreneur berarti kita menyelesaikan dua masalah sekaligus: masalah ekonomi personal dan masalah lingkungan global. Di Genwiz, kami mendorong anak muda untuk melihat sampah atau limbah bukan sebagai akhir, tapi sebagai awal dari sebuah nilai ekonomi baru,seorang sebuah pengusaha bukan hanya mencari keuntungan tapi harus berdampak untuk lingkungan." kata Andre saat berdialog di Studio Pro 4 RRI Surabaya.
Dalam obrolan tersebut, Andre menjelaskan bahwa Surabaya memiliki potensi besar untuk pengembangan komunitas ecopreneur. Dengan dukungan ekosistem kota yang mulai sadar akan zero waste, peluang bisnis seperti pengolahan limbah menjadi produk kreatif, fashion berkelanjutan, hingga teknologi pangan ramah lingkungan sangat terbuka lebar.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukanlah modal, melainkan konsistensi dan edukasi. "Banyak yang mulai, tapi sedikit yang bertahan. Itulah mengapa komunitas penting. Melalui wadah seperti Genwiz Learning, kami memberikan pendampingan agar ide-ide hijau ini bisa menjadi model bisnis yang berkelanjutan (sustainable)," katanya.
Andre juga menekankan bahwa literasi mengenai ecopreneurship harus ditanamkan sejak dini. Genwiz Learning sendiri aktif memberikan pelatihan bagi mahasiswa dan pelaku UMKM di Jawa Timur bahkan seluruh Indonesia untuk mengubah pola pikir dari ekonomi linear (ambil-pakai-buang) menjadi ekonomi sirkular. Di akhir sesi, Andre berpesan kepada para "Sahabat Budaya" (sapaan akrab pendengar Pro 4) agar tidak takut gagal dalam mencoba bisnis hijau.
"Untuk kedepannya kita mendorong anak-anak SMA dulu, kita akan on going mengandalkan pembinaan digitalisasi UMKM, agar lebih luas dampaknya. Mulailah dari masalah lingkungan yang ada di sekitar rumah kita. Solusi dari masalah itulah yang akan menjadi nilai jual bisnis," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....