Gubernur Khofifah Optimis Jatim Zero ODOL 2027
- 07 Mar 2026 03:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis, dapat mewujudkan Zero ODOL pada tahun 2027. Yakni dengan menyerahkan secara simbolis enam unit truk yang telah dinormalisasi dimensinya kepada perwakilan sopir.
Penyerahan dilakukan oleh Gubernur Khofifah, di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Jumat 6 Maret 2026. Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL).
Normalisasi dimensi kendaraan merupakan langkah untuk menciptakan sistem transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan. Juga bagian dari komitmen untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus menjaga kualitas infrastruktur jalan.
"Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama dalam normalisasi kendaraan ODOL. InsyaAllah kalau kita gerak bersama Jawa Timur Zero ODOL Tahun 2027,” ujar Khofifah.
Saat ini Pemprov Jatim melalui Dishub Jatim telah melakukan pengukuran terhadap 160 truk dari total 238 kendaraan milik anggota Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT). Enam unit truk telah selesai dilakukan pemotongan dimensi sehingga sesuai dengan standar ketentuan yang berlaku.
"Proses normalisasi semuanya difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan," katanya.
Pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan difasilitasi Pemprov Jatim. Langkah ini diharapkan dapat mendorong partisipasi para pelaku usaha transportasi dan komunitas pengemudi untuk ikut menyesuaikan dimensi kendaraan sebagaimana regulasi.
Khofifah menekankan bahwa pengendalian kendaraan ODOL, berkaitan erat dengan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan. Kendaraan dengan dimensi berlebih dan muatan berlebih terbukti meningkatkan risiko kecelakaan serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
Kerusakan jalan akibat kendaraan ODOL berdampak pada meningkatnya kebutuhan anggaran perbaikan infrastruktur. Selain itu, juga berpengaruh pada kelancaran distribusi logistik nasional serta efektivitas berbagai program pemerintah, termasuk Rencana Aksi Keselamatan (RAK).
"Di tengah penguatan logistik nasional, ODOL justru bisa menjadi penghambat. Kerusakan jalan akibat beban berlebih akan mempengaruhi efektivitas distribusi dan keselamatan," jelasnya.
Pada kesempatan ini, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada GSJT yang telah berkomitmen dalam mendukung program normalisasi kendaraan. Ia juga memberikan penghargaan kepada perusahaan karoseri CV Sumber Karya Abadi yang turut berperan dalam proses normalisasi dimensi kendaraan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha transportasi, komunitas pengemudi, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam mewujudkan tata kelola transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan di Jawa Timur.
“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas pengemudi, serta berbagai pemangku kepentingan merupakan modal penting dalam mewujudkan transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan," katanya.
Di akhir, Gubernur Khofifah mengajak seluruh pihak untuk terus melanjutkan proses normalisasi kendaraan yang masih masuk dalam kategori ODOL agar target Jawa Timur Zero ODOL 2027 dapat tercapai.
"Sekali lagi, terimakasih. Mari kita teruskan, kendaraan-kendaraan yang masih kategori ODOL, mari kita normalisasi bersama, dengan kekuatan yang kita miliki InsyaAllah, kita bisa zero ODOL 2027," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....