Ramadan Perkuat Spiritualitas dan Kohesi Sosial Masyarakat Indonesia
- 06 Mar 2026 18:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Bulan Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum peningkatan ibadah, tetapi juga membawa dampak sosial yang kuat di tengah masyarakat. Aktivitas keagamaan yang meningkat sejak sahur hingga malam hari menjadikan bulan ini sarat dengan praktik sosial yang mempererat hubungan antar warga.
Abdus Sair , Dosen Sosiologi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, menjelaskan bahwa dari sudut pandang agama, Ramadhan merupakan bulan suci yang mendorong umat Islam meningkatkan ketakwaan. Namun secara sosiologis, bulan ini juga memunculkan fenomena meningkatnya spiritualitas yang berdampak pada hubungan sosial masyarakat.
“Ramadan dilihat dari segi agama adalah bulan suci yang meningkatkan ketakwaan. Tetapi secara sosiologis, bulan ini juga meningkatkan spiritualitas yang berdampak pada munculnya berbagai konsekuensi sosial, salah satunya semakin kuatnya ikatan sosial di masyarakat,” ujarnya. Jumat, 6 Maret 2026.
Ia mencontohkan berbagai tradisi khas Indonesia yang muncul selama Ramadan, seperti berbagi takjil, buka puasa bersama, hingga santunan kepada anak yatim. Menurutnya, praktik-praktik tersebut tidak banyak ditemukan di negara lain dan menjadi ciri khas budaya masyarakat Indonesia yang memadukan nilai agama dan budaya.
“Fenomena berbagi saat Ramadhan sangat kuat di Indonesia. Orang menjadi lebih mudah bersedekah, bahkan melalui platform online. Tradisi seperti berbagi takjil, buka bersama, atau berbagi dengan anak yatim adalah bentuk praktik sosial yang memperlihatkan bagaimana nilai agama dan budaya saling bertemu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dorongan tersebut berasal dari dua sumber utama. Pertama adalah dorongan ajaran agama Islam yang menekankan Ramadan sebagai bulan terbaik untuk berlomba dalam kebaikan. Kedua adalah nilai budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong dan saling membantu.
“Selain momentum spiritual, Ramadan juga menguatkan kohesi sosial masyarakat. Aktivitas seperti tarawih berjamaah, tadarus, pengajian, hingga buka puasa bersama menjadi ruang perjumpaan sosial yang memperkuat solidaritas antar warga. Harapannya, kebiasaan baik yang tumbuh di bulan Ramadan tidak hanya berhenti di bulan ini, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....