Isu Kesenjangan Pendidikan Antarkan Murid Cikal Raih Prestasi di Korea
- 06 Mar 2026 14:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dua murid SMA Cikal Surabaya meraih prestasi internasional melalui kompetisi Korea Youth Summit 2026. Mereka adalah Vira dan Aimee, siswa kelas sebelas yang mengangkat isu kesenjangan pendidikan Indonesia.
Keduanya berhasil meraih juara dua kategori Best Idea Innovation dalam kompetisi internasional bergengsi tersebut. Ajang tersebut mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan inovatif bagi masyarakat global.
Dalam presentasinya, Vira dan Aimee menyoroti kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Mereka menilai akses pendidikan yang tidak merata masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan Indonesia.
Kepada RRI Surabaya, Jumat, 6 Maret 2026, Vira mengatakan topik tersebut dipilih karena masih banyak daerah mengalami keterbatasan fasilitas pendidikan. “Topik yang kami presentasikan adalah kualitas edukasi Indonesia yang masih kurang merata,” ujar Vira.
Ia menambahkan kesenjangan pendidikan perlu segera diatasi agar generasi muda memperoleh kesempatan belajar setara. “Kami berharap tidak ada lagi kesenjangan pendidikan dan lahir generasi cerdas berwawasan luas,” katanya.
Selain mempresentasikan gagasan, keduanya juga melakukan aksi nyata sebagai bagian dari proyek inovasi. Mereka menjadi relawan pengajar bahasa Inggris di panti asuhan Gresik sekaligus membangun fasilitas mini library.
Aimee menjelaskan proyek tersebut diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi anak-anak panti asuhan. “Kami menjadi volunteer guru sekaligus memberikan mini library sebagai langkah awal mengurangi kesenjangan pendidikan,” ujarnya.
Kompetisi Korea Youth Summit diikuti 26 peserta dari delapan negara seperti Maroko, Vietnam, dan Selandia Baru. Selain juara kedua kategori inovasi, tim mereka juga memperoleh penghargaan tambahan sebagai Best Group.
Vira mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama tim selama mempersiapkan proyek. “Kami bekerja keras selama beberapa bulan dan menjaga komunikasi agar proyek berjalan baik,” ujarnya.
Menurut Vira dan Aimee, pengalaman mengikuti kompetisi internasional memperkuat kepedulian terhadap isu pendidikan Indonesia. Mereka berharap semakin banyak generasi muda terlibat menghadirkan solusi bagi kesenjangan pendidikan di tanah air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....