Pemkot Surabaya Antisipasi Dampak Konflik Global terhadap Inflasi
- 06 Mar 2026 13:07 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mengantisipasi dampak gejolak geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi daerah. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap fluktuasi harga energi global. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi berdampak pada harga bahan bakar dan kebutuhan pokok.
Isu pemblokiran Selat Hormuz juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Jalur tersebut merupakan salah satu jalur distribusi energi penting dunia.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pemerintah daerah masih menunggu arahan pemerintah pusat. Pemkot juga terus berkoordinasi memantau perkembangan situasi global.
Ia menyebut terdapat imbauan untuk menunda perjalanan luar negeri yang tidak mendesak. Langkah itu mempertimbangkan kondisi keamanan dan dinamika global yang berkembang.
Eri mengatakan potensi ancaman inflasi telah dibahas bersama para pemangku kepentingan di Surabaya. Pemerintah daerah akan memantau perkembangan harga hingga pekan depan.
“Ini sudah kita rapatkan berulang kali dengan semua stakeholder terkait kemungkinan inflasi. Kita lihat skala harga sampai minggu depan,” ujar Eri, Kamis, 5 Maret 2026. “Karena dengan Selat Hormuz yang diblokir dan semakin masifnya perang ini, kami khawatir harga minyak naik. Kondisi itu dapat mempengaruhi harga barang di Indonesia, khususnya Surabaya.
Ia menegaskan prioritas pemerintah daerah adalah mencegah gejolak global memicu lonjakan harga. Penguatan strategi pengendalian inflasi menjadi langkah utama yang disiapkan.
“Yang menjadi perhatian utama kami adalah potensi dampak terhadap inflasi. Kondisi geopolitik bisa berpengaruh pada kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok,” katanya.
Pemkot Surabaya akan mengintensifkan pemantauan harga di pasar dan memperkuat koordinasi dengan distributor. Pemerintah juga memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman.
Selain itu, intervensi melalui pasar murah disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi kenaikan harga.
“Kita akan melakukan pasar murah. Kita juga akan menjaga inflasi agar di Surabaya tidak tinggi meskipun dengan kejadian global ini,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....