Reses di Garudafood, Komisi VII Dorong Penguatan Pasokan Bahan Baku Industri Mamin

  • 06 Mar 2026 08:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Gresik – Komisi VII DPR RI menyoroti persoalan pasokan bahan baku industri makanan dan minuman saat melakukan kunjungan kerja (kunker) reses ke PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis 3 Maret 2026. DPR meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga keberlanjutan industri dan mencegah deindustrialisasi dini.

Ketua Tim Kunker Reses Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, mengatakan pemerintah daerah perlu memberikan dukungan konkret, termasuk pada sektor perkebunan dan pertanian yang menjadi pemasok bahan baku industri.

“Menjadi penting bahwa kita juga mengingatkan dan meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan upaya-upaya bagaimana dalam bentuk support dan dukungan, mungkin seperti perkebunan,” kata Erna.

Selain itu, Komisi VII juga menyoroti belum terjaminnya pasokan bahan baku di tengah upaya peningkatan daya saing industri. DPR mendorong pemerintah menyiapkan berbagai skenario antisipasi, mulai dari Plan B hingga Plan C, guna menghadapi potensi dampak geopolitik terhadap industri nasional.

Erna mencontohkan kebutuhan kacang tanah sebagai bahan baku industri makanan dan minuman yang cukup besar. Ia menilai pemerintah perlu mendorong peningkatan produksi komoditas tersebut dengan melibatkan petani.

“Intinya fokus pada menanam apa yang dibutuhkan industri makanan dan minuman. Seperti kacang tanah ini yang mana perusahaan bilang kebutuhannya sangat besar. Pemerintah harus memikirkan hal itu dan membantu petani mengembangkannya,” ujarnya.

Komisi VII juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif memberikan insentif kepada petani agar tertarik menanam komoditas yang dibutuhkan industri. “Walaupun menanam kacang tanah bukan menjadi favorit sebagian petani, pemerintah daerah bisa memberikan insentif agar petani tertarik menanamnya demi mendukung bahan baku lokal,” kata Erna.

Sementara itu, Director SCM PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Johannes Setiadharma, mengungkapkan salah satu kendala utama industri saat ini adalah keberlanjutan pasokan kacang tanah yang semakin terbatas akibat berkurangnya lahan produksi. “Yang paling sulit sekarang bagaimana mendapatkan kacang tanah, karena lahan untuk kacang tanah semakin berkurang. Harapannya ke depan ada tambahan lahan lagi untuk produksi kacang tanah,” ujarnya.

Komisi VII berharap adanya dialog dan kerja sama yang lebih intensif antara industri dan pemerintah untuk menjaga daya saing industri makanan dan minuman, baik di pasar domestik maupun global. Kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI masa sidang III Tahun 2025–2026 ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sejumlah kementerian terkait seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian UMKM, serta pelaku usaha UMKM dan ekonomi kreatif.

Hadir pula perwakilan lembaga penyiaran publik seperti RRI, TVRI, dan LKBN Antara, serta Badan Standardisasi Nasional (BSN).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....