BPBD Jatim Chek Kondisi EWS Se-Jatim, Siap Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

  • 06 Mar 2026 04:01 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - BPBD Jatim melakukan pengecekan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah di Jatim. Merespon maraknya kejadian bemcana saat cuaca ekstrem saat ini.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kamis 5 Maret 2026 menjelaskan, pihaknya terus meminta dukungan dari berbagai pihak. Selain juga mensiagakan personil dari BPBD Jatim dan Kabupaten Kota.

"Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga kami chek kondisinya dan personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya," terangnya.

Gatot menjelaskan, sedianya perkembangan EWS di Jatim bisa kami pantau lewat dashboard di kantor. Namun, pengecekan langsung ke lapangan juga perlu dilakukan.

"Agar kami bisa mengetahui kondisi riil EWS di lokasi, supaya bisa menjadi alat deteksi dini bagi masyarakat sekitar jika terjadi bencana," kata Gatot.

Dalam sepekan ini, kegiatan pengecekan EWS dimulai dari Kabupaten Banyuwangi. Tepatnya EWS sirine tsunami di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan Kec. Pesanggaran.

Kegiatan ini lalu berlanjut ke Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek hingga ke Pacitan.

Rencananya, sebanyak 71 EWS, meliputi EWS banjir di 27 titik, EWS longsor di 27 titik dan sirine tsunami di 17 titik, akan dilakukan pengecekan. Untuk memastikan kondisi fisik dan fungsinya bagi peringatan dini masyarakat sekitar.

H. Abdul Ghafur, Kades Klungkung Kec. Sukorambi, Kab. Jember mengaku sangat terbantu dengan keberadaan EWS banjir di wilayahnya. Sebab, sekitar 800 KK warganya berada di dua dusun desa ini.

"Kebetulan warga desa kami masih banyak yang sering mandi di sungai, meski mereka sudah punya kamar mandi di rumah. Mereka sering menerima peringatan dini dari alarm yang berbunyi saat air mulai naik," terangnya.

Manfaat lain keberadaan EWS juga disampaikan Candra Kristianto, perangkat Desa Kandangan Kec. Pesanggaran Banyuwangi. EWS menjadi upaya deteksi dini bagi warga sekitar saat akan terjadi longsor.

"Sudah beberapa kali kami coba, suara alarmnya cukup keras, terdengar hingga di perempatan jalan desa yang jaraknya lebih dari satu kilometer," terangnya kepada Tim BPBD Jatim.

Heri, warga Desa Mojomulyo Kec. Puger Jember menjelaskan, speaker ujicoba EWS, sangat bermanfaat untuk woro-woro. Terlebih bagi pengunjung pantai yang banyak berwisata di kawasan Pantai Cemara.

"Speaker itu biasa kami gunakan untuk memberikan peringatan kewaspadaan kepada para pengunjung yang biasa datang bersama anak-anak, agar tidak lengah memantau anak-anaknya yang saat bermain di pantai," ujarnya.

Sementara, Kabid PK BPBD Lumajang Sultan Syafaat menjelaskan adanya 4 EWS BPBD Jatim yang berlokasi di Lumajang, yakni, EWS banjir, longsor dan sirine tsunami. Keberadaan EWS ini sangat penting untuk deteksi dan peringatan dini.

"Yang dibutuhkan EWS ini adalah pemeliharaan dan pengecekan secara berkala seperti saat ini. Saya kira yang perlu terus dilakukan," sarannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....