DPRD Jatim Soroti Gangguan Jalur Nasional akibat Longsor di Trenggalek

  • 05 Mar 2026 20:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Jalur nasional wilayah Kabupaten Trenggalek mengalami gangguan, akibat periatiwa longsor. Hal ini dikhawatirkan mengganggu arus kendaraan antar daerah, terlebih jelang mudik Lebaran 2026.

Anggota DPRD Jatim, Agus Cahyono, meminta respons cepat dari Bina Marga atau Kementerian PUPR sebagai pengelola jalan nasional. Ruas jalan terdampak merupakan aset nasional sekaligus jalur vital.

“Karena itu jalan aset nasional, harapan kita Bina Marga atau PU pusat senantiasa siap siaga untuk mengatasi longsoran. Itu jalan utama dan tidak ada jalan alternatif lain yang benar-benar kondusif,” ujarnya, Kamis 5 Maret 2026.

Menurut Agus, kondisi tersebut cukup krusial, karena jalur itu menjadi akses penting bagi kendaraan logistik, kendaraan besar, hingga masyarakat dari luar daerah. Jalan alternatif yang tersedia dinilai kurang representatif, terutama bagi kendaraan bertonase besar.

“Untuk mobil besar dan pengguna dari luar kota tentu tidak mudah melewati jalan alternatif. Maka PU harus siap siaga dan segera mengatasi longsoran ketika terjadi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti titik longsor di kilometer 16 yang dinilai perlu dilakukan pengecekan menyeluruh hingga ke sumber longsoran di bagian tebing atau bukit. Hal ini penting untuk mencegah potensi longsor susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Selain penanganan darurat, Agus meminta dilakukan evaluasi teknis berupa pemetaan titik rawan longsor. Tebing-tebing yang berpotensi runtuh perlu dicek secara berkala, termasuk pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang.

“Tebing-tebing itu harus dicek, apakah ada potensi longsor saat hujan. Pohon yang berpotensi tumbang sebaiknya segera ditebang daripada nanti menimpa korban,” katanya.

Ia juga mendorong pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan. Serta kesiapsiagaan petugas saat hujan turun untuk memberikan informasi kepada para pengguna jalan.

“Kalau memang ada titik kerawanan, harus ada peringatan. PU juga harus siaga saat hujan dan memberi informasi kepada pengguna jalan,” pungkasnya.

Agus berharap penanganan cepat dan langkah antisipatif dari pemerintah pusat dapat meminimalkan risiko kecelakaan. Sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di jalur vital Trenggalek tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....