Perlintasan Sebidang jadi Sorotan Mudik

  • 05 Mar 2026 20:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Keselamatan di perlintasan sebidang kereta api menjadi salah satu perhatian dalam kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026. Evaluasi arus mudik tahun sebelumnya menunjukkan titik tersebut masih menjadi lokasi rawan kecelakaan, terutama ketika mobilitas kendaraan meningkat.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur, Prof. Hary Soegiri, mengatakan kesiapan sistem transportasi menjelang mudik perlu memperhatikan berbagai aspek keselamatan, mulai dari kesiapan armada, pengemudi, hingga kondisi infrastruktur transportasi.

“Dalam evaluasi angkutan Lebaran sebelumnya, perhatian tidak hanya pada kesiapan armada dan pengemudi, tetapi juga pada infrastruktur, termasuk perlintasan sebidang kereta api yang berpotensi menimbulkan risiko ketika volume kendaraan meningkat,” kata Prof. Hary Soegiri saat diwawancarai RRI Surabaya, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, mobilitas masyarakat saat mudik diperkirakan tetap tinggi. Data Kementerian Perhubungan memperkirakan pergerakan masyarakat selama periode Lebaran secara nasional mencapai sekitar 143 juta perjalanan, meskipun jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk wilayah Jawa Timur, pergerakan masyarakat selama masa mudik diperkirakan mencapai lebih dari 15 juta orang, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Prof. Hary Soegiri memperkirakan perjalanan mudik tahun ini masih didominasi oleh penggunaan kendaraan pribadi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas di sejumlah jalur utama maupun alternatif, termasuk pada titik perlintasan kereta api yang bersinggungan langsung dengan arus kendaraan di jalan raya.

Meski demikian, transportasi publik seperti bus dan kereta api tetap menjadi pilihan masyarakat. Hal ini juga didukung oleh berbagai program mudik gratis yang digelar pemerintah dan instansi terkait.

Di Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan kembali menyelenggarakan program mudik gratis Lebaran 2026 dengan menyediakan ribuan kuota bagi masyarakat yang ingin pulang kampung menggunakan moda transportasi bus. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman sekaligus mengurangi sebagian beban kepadatan kendaraan di jalan raya.

Namun demikian, dengan masih dominannya kendaraan pribadi, kewaspadaan di sejumlah titik rawan lalu lintas tetap perlu ditingkatkan, terutama di kawasan perlintasan sebidang kereta api.

“Ketika volume kendaraan meningkat saat mudik, perlintasan sebidang menjadi titik yang sangat perlu diwaspadai. Karena itu pengawasan, kedisiplinan pengguna jalan, serta kesiapan infrastruktur harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Selain perlintasan kereta api, ia juga menilai kesiapan mudik perlu didukung oleh kondisi jalan yang baik, armada transportasi yang laik operasi, serta pengemudi yang siap secara fisik maupun keterampilan berkendara.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, ia berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Jika kesiapan armada, pengemudi, dan infrastruktur diperhatikan secara menyeluruh, termasuk pengawasan di perlintasan kereta api, maka perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung lebih aman dan lancar,” kata Prof. Hary Soegiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....