DPR RI Dorong Pasar Krian jadi Etalase Ekonomi Wilayah Barat
- 03 Mar 2026 21:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Upaya revitalisasi Pasar Krian kembali mengemuka. Pasar terbesar di wilayah barat Kabupaten Sidoarjo itu dinilai memiliki posisi strategis karena berada di jalur antarprovinsi serta kawasan industri yang berbatasan langsung dengan Gresik dan Mojokerto. Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan Pasar Krian seharusnya mampu menjadi etalase perekonomian Sidoarjo.
“Pasar Krian ini paling besar dan letaknya sangat strategis, di jalur antarprovinsi dan wilayah industri. Seharusnya bisa menjadi pasar yang besar dan membanggakan. Ini etalase Sidoarjo karena berbatasan dengan Gresik dan Mojokerto,” ujar Bambang Haryo Soekartono saat meninjau pasar, baru-baru ini.
Ia menilai pembenahan perlu dilakukan tanpa mengganggu aktivitas hunian dan pedagang yang sudah ada. Menurutnya, revitalisasi pasar harus dirancang agar tetap ramai dan tidak kehilangan daya tarik pembeli.
“Jangan sampai dibangun tapi justru tidak laku, karena posisi pedagang tidak terlihat atau kurang tertata. Perlu perubahan yang tepat agar pasar ini semakin diminati,” tegasnya, Selasa 3 Maret 2026.
Selain infrastruktur, BHS juga menyoroti stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako). Ia memastikan harga kebutuhan pokok di Sidoarjo relatif terkendali, meski ada lonjakan harga cabai yang menembus Rp90 ribu per kilogram.
“Alhamdulillah harga sembako bisa dikendalikan, kecuali cabai yang memang naik drastis. Ini perlu terobosan dari Dinas Perdagangan, mungkin dengan mendatangkan pasokan dari daerah yang harganya lebih murah seperti Sulawesi,” jelasnya.
Edukasi dan Adaptasi Pedagang
Kepala Pasar Krian, Maria Ulfa, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menegaskan pengelola pasar terus melakukan pembinaan kepada pedagang, termasuk menjaga kebersihan, penataan lapak, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pembeli.
“Kami rutin mengingatkan pedagang untuk menjaga kebersihan dan kerapian, meskipun sudah ada petugas khusus. Fasilitas seperti keranjang belanja dan sarana pendukung lain juga kami siapkan agar pengunjung semakin nyaman,” ujar Maria Ulfa.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Krian, Sholeh, menegaskan para pedagang siap beradaptasi dengan perkembangan zaman agar pasar tradisional tetap kompetitif di tengah persaingan.
“Kami terus mendorong pedagang agar tidak hanya mengandalkan penjualan offline, tetapi juga memanfaatkan platform digital. Bahkan ada yang berjualan sambil live di media sosial sehingga pembeli dari luar daerah datang langsung ke Pasar Krian,” kata Sholeh.
Menurutnya, sejumlah pedagang kecil kini berkembang menjadi grosir karena Pasar Krian masih menjadi pusat kulakan bagi pedagang pasar desa di wilayah sekitar.
“Persaingan sekarang bukan hanya antar pasar, tapi juga dengan pasar online dan pasar dadakan. Karena itu kami ingin Pasar Krian tetap menjadi pusat perdagangan yang ramai dan diminati masyarakat,” tandasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, pengelola pasar, dan pedagang, revitalisasi Pasar Krian diharapkan mampu memperkuat peran pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Sidoarjo dan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....