Impor Jatim pada Januari 2026 Capai US$2,55 Miliar

  • 03 Mar 2026 17:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - BPS Jatim mencatat nilai impor Jawa Timur Januari 2026 sebesar US$2,55 miliar atau naik 12,01 persen dibandingkan Januari 2025 sebesar US$2,27 miliar.

Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ika Rahayu Sri menyampaikan, Impor nonmigas tumbuh 18,13 persen dari US$1,82 miliar menjadi US$2,15 miliar. Sebaliknya, impor migas turun 12,41 persen dari US$455,56 juta menjadi US$399,01 juta.

Perhiasan/permata (HS 71) mencatat kenaikan terbesar dengan lonjakan US$147,61 juta atau naik 28.041,69 persen dibandingkan Januari 2025. Impor komoditas ini paling banyak berasal dari Uni Emirat Arab sebesar US$69,39 juta dan Singapura sebesar US$53,63 juta.

Mesin dan perlengkapan listrik (HS 85) naik 46,82 persen, sedangkan biji dan buah mengandung minyak (HS 12) naik 40,07 persen.

Sebaliknya, impor besi dan baja (HS 72) turun 29,34 persen menjadi US$88,87 juta.

Tiongkok menjadi negara asal impor nonmigas terbesar dengan nilai US$848,82 juta atau 39,52 persen dari total impor nonmigas. Disusul Amerika Serikat sebesar US$154,63 juta dan Brazil sebesar US$92,57 juta.

ASEAN menyumbang impor nonmigas sebesar US$257,20 juta atau naik 25,41 persen dibandingkan Januari 2025. Sementara Uni Eropa mencatat impor US$120,62 juta atau naik 26,81 persen.

BPS Jatim mencatat neraca perdagangan Jawa Timur Januari 2026 mengalami defisit sebesar US$497,75 juta. Nilai impor sebesar US$2,55 miliar lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor sebesar US$2,05 miliar.

Secara rinci, sektor migas mencatat defisit US$396,05 juta dan sektor nonmigas defisit US$101,70 juta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....