Pemkot Surabaya Siagakan Tujuh Rayon Taman Tangani Pohon Tumbang
- 03 Mar 2026 17:33 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda Kota Pahlawan hingga pertengahan Maret 2026. Selain menangani genangan, DLH mengawasi kondisi pepohonan dan melakukan perantingan di berbagai titik rawan untuk mencegah pohon tumbang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, menyatakan pihaknya telah membagi personel ke dalam tujuh rayon taman yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya. DLH membentuk rayon tersebut agar tim dapat menangani kondisi darurat, mulai dari pembersihan saluran hingga pemotongan pohon yang melintang di jalan, secara lebih cepat dan efektif.
Dedik menjelaskan, hujan lebat disertai angin pada Senin, 2 Maret 2026 paling berdampak di wilayah Surabaya Pusat dan Timur. Sejumlah pohon Trembesi berukuran besar tumbang di kawasan Jalan Diponegoro hingga Jalan Tambaksari dan sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas.
"Sesuai arahan Pak Wali Kota, Eri Cahyadi kami sudah siapkan seluruh peralatan, mulai dari mesin senso (gergaji mesin) yang sudah diasah hingga armada tangki penyedot genangan. Jika hujan lebat, prioritas kami ada dua, yaitu kalau banjir kita sedot, kalau ada pohon tumbang tim senso langsung terjun ke lokasi," ujar Dedik, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski beberapa kendaraan roda empat tertimpa pohon.
"Alhamdulillah, kondisi pemilik mobil selamat semua. Kami juga dibantu oleh rekan-rekan dari BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dalam proses evakuasi di lapangan," tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, DLH rutin melakukan perantingan pohon untuk mengurangi beban cabang agar tidak mudah roboh saat diterpa angin kencang. Pada akhir pekan lalu, DLH menggelar perantingan besar di kawasan Injoko dengan dukungan kepolisian untuk pengaturan lalu lintas.
"Perantingan kami lakukan rutin, baik di jalan protokol maupun berdasarkan laporan warga. Namun, saat hujan sudah turun, fokus kami beralih pada antisipasi bencana dan pembersihan hasil tumbangan agar tidak mengganggu akses jalan," jelas Dedik.
Menanggapi prediksi cuaca ekstrem pada 1–10 Maret 2026, DLH mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di tengah hujan deras dan angin kencang.
“Warga diminta tidak berlindung di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang. Masyarakat dapat bersurat atau melapor ke DLH jika melihat pohon yang tampak rapuh atau condong,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....