Kue Kering Identik Hari Raya

  • 03 Mar 2026 16:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kue kering hampir selalu hadir dalam perayaan hari besar keagamaan di Indonesia. Saat Lebaran, toples nastar, kastengel, dan putri salju menjadi suguhan wajib di ruang tamu sebagai simbol penyambutan tamu dan berbagi kebahagiaan.

Tradisi ini tidak lepas dari budaya menjamu tamu yang telah lama hidup dalam masyarakat. Dalam artikel tentang tradisi Idulfitri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui laman resminya menyebut, lebaran identik dengan kebersamaan. Idulfitri di Indonesia identik dengan silaturahmi dan saling berkunjung antaranggota keluarga maupun tetangga.

Kebiasaan berkunjung inilah yang kemudian melahirkan tradisi menyediakan makanan ringan yang tahan lama dan praktis disajikan. Secara historis, budaya kue kering di Indonesia juga dipengaruhi tradisi Eropa pada masa kolonial.

Mengutip kajian sejarah kuliner di laman Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, disebutkan, sejak jaman kolonial sudah ada pembuatan kue kering yang disesuaikan dengan cita rasa masing-masing wilayah.

Interaksi budaya pada masa kolonial memperkenalkan teknik pembuatan roti dan kue kering yang kemudian beradaptasi dengan cita rasa lokal.

Dari proses akulturasi itu lahir variasi kue kering khas Lebaran yang dikenal hingga kini. Selain faktor sejarah dan budaya, aspek kepraktisan juga menjadi alasan. Kue kering memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan kue basah, sehingga cocok disiapkan beberapa hari sebelum perayaan.

Dalam penjelasan tentang keamanan pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia menyatakan, produk pangan dengan kadar air rendah cenderung memiliki daya simpan lebih panjang.

Lebaran sebagai bagian dari perayaan Idulfitri tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga ruang ekspresi budaya. Kue kering kemudian berfungsi lebih dari sekadar makanan, ia menjadi simbol keramahan, keberkahan, dan tradisi turun-temurun yang terus dijaga.

Dengan perpaduan nilai budaya, sejarah, dan kepraktisan, tak heran jika kue kering tetap identik dengan hari besar keagamaan, terutama saat Lebaran tiba.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....