Skill Utama Marketing Era Digital

  • 01 Mar 2026 18:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Perkembangan ekonomi digital mendorong perubahan besar dalam dunia pemasaran. Profesi marketing kini tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga pada pengelolaan data, strategi komunikasi, serta pemahaman perilaku konsumen berbasis teknologi.

Melansir laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, literasi digital menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital nasional. “Literasi digital adalah kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara cerdas melalui teknologi digital,” demikian keterangan dalam publikasi Gerakan Nasional Literasi Digital.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tenaga marketing perlu memiliki kecakapan digital, termasuk kemampuan mengelola media sosial, membaca data pasar, serta memahami etika komunikasi di ruang siber.

Sementara itu, laporan Future of Jobs dari World Economic Forum juga menyoroti pentingnya keterampilan berpikir analitis. “Analytical thinking remains the most important core skill for employers,” tulis WEF dalam dokumen resminya.

Artinya, profesi marketing harus mampu mengolah data menjadi strategi yang terukur dan tepat sasaran. Di sisi lain, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dalam kebijakan penguatan kompetensi menyebutkan bahwa pengembangan soft skills menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.

Kemendikbudristek menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan adaptasi terhadap perubahan. Dengan demikian, kombinasi hard skills dan soft skills menjadi kebutuhan utama bagi profesi marketing di era digital.

Penguasaan teknologi, kemampuan analisis, serta komunikasi efektif menjadi kunci agar mampu bersaing di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....