Gubernur Malut Belajar Manajemen ASN hingga SPBE ke Jatim
- 28 Feb 2026 14:20 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. Pertemuan dua gubernur perempuan tersebut berlangsung hangat dan sarat diskusi.
Terungkap penguatan kerjasama dua daerah terutama terkait pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), BUMD, hingga perdagangan dua wilayah. Selain itu, Inovasi Manajemen ASN (Perjanjian Kinerja) yang dikembangkan di Jawa Timur.
Dalam siaran pers, Sabtu 28 Februari 2026, Gubernur Khofifah menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi yang telah terbangun sejak retret kepala daerah. Serta misi dagang pertama Jawa Timur ke Maluku Utara yang menghasilkan penandatanganan MoU.
“Kami di Jawa Timur menempatkan proyek perubahan sebagai instrumen untuk memastikan setiap kebijakan berdampak sistemik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam konteks kerja sama ekonomi, Khofifah menyoroti pentingnya optimalisasi arus perdagangan antar daerah. Ia menyebut, selama ini kapal-kapal dari Jawa Timur yang mengirim komoditas ke Maluku Utara kerap kembali tanpa muatan optimal.
“Ini menunjukkan ada ruang yang bisa kita integrasikan. Produk-produk Maluku Utara harus kita bantu menemukan pasar yang lebih luas. Dengan konektivitas, termasuk Tol Laut, kita bisa menciptakan ekosistem perdagangan yang saling menguatkan,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menyampaikan apresiasi atas komitmen dan capaian pembangunan Jawa Timur. Ia menegaskan kesiapan Maluku Utara untuk belajar langsung.
“Terima kasih Ibu Khofifah. Bagi saya, Ibu Khofifah selalu menjadi mentor. Hari ini saya membawa tim dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara ke Jawa Timur untuk belajar, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM melalui BPSDM,” ujar Sherly.
Menurutnya, pendekatan pembangunan terintegrasi yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi referensi penting bagi Maluku Utara dalam merancang kebijakan yang tidak sektoral, tetapi saling terhubung antar perangkat daerah.
Ia menilai proyek perubahan yang digagas melalui penguatan kepemimpinan ASN mampu mendorong percepatan transformasi birokrasi dan pelayanan publik.
“Kami melihat Jawa Timur berhasil membangun sistem yang terintegrasi, di mana penguatan SDM menjadi fondasi utama. Ini yang ingin kami pelajari lebih dalam, bagaimana proyek perubahan benar-benar diimplementasikan dan dikawal agar berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sherly juga menyampaikan bahwa Maluku Utara memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, pertambangan, dan komoditas unggulan daerah yang membutuhkan dukungan tata kelola serta penguatan kapasitas aparatur agar pengelolaannya semakin optimal dan berkelanjutan.
Ia berharap kolaborasi dengan Jawa Timur tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi berlanjut dalam bentuk pendampingan teknis, pertukaran praktik baik, hingga pengembangan kapasitas ASN secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Maluku Utara juga berbasis penguatan SDM dan terintegrasi. Terima kasih Ibu Khofifah telah berkenan menjadi mentor. Dan Ibu Khofifah akan selalu menjadi mentor bagi saya. Kami siap belajar dan berkolaborasi agar Maluku Utara dapat berkembang lebih cepat dan maju ke depan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....