Rebung: Superfood Alami Kaya Manfaat untuk Kesehatan
- 27 Feb 2026 11:36 WIB
- Surabaya
RRI,CO,ID,Surabaya - Tunas bambu atau yang lebih dikenal dengan sebutan rebung selama ini populer sebagai bahan masakan di berbagai negara Asia. Di Indonesia, rebung kerap diolah menjadi sayur lodeh hingga isian lumpia. Namun, di balik cita rasanya yang khas, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa rebung menyimpan potensi besar sebagai superfood yang bermanfaat bagi kesehatan.
Arie Dharmawan, ahli botani asal Surabaya, dalam wawancara dengan Pro1 pada Jumat, 27 Februari 2026, menjelaskan bahwa rebung bukanlah bahan pangan baru dalam sejarah peradaban manusia. “Rebung telah menjadi bagian dari peradaban Asia, termasuk Indonesia dan Tiongkok, secara turun-temurun,” ujarnya.
Menurut Arie, pemanfaatan rebung sebagai bahan makanan telah berlangsung sejak zaman dahulu. Tradisi mengonsumsi tunas bambu diwariskan lintas generasi, terutama di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telah lama mengenal nilai gizi rebung, meski istilah superfood baru populer belakangan ini.
Potensi rebung sebagai superfood turut diperkuat oleh hasil penelitian ilmuwan dari Anglia Ruskin University, Inggris. Studi yang dilakukan selama bertahun-tahun menunjukkan hasil positif, terutama bagi penderita gangguan usus dan masalah jantung. Kandungan nutrisi yang padat namun rendah kalori disebut menjadi faktor utama manfaat tersebut.
Arie menjelaskan bahwa rebung kaya akan berbagai zat gizi penting. “Nutrisi yang terkandung di dalamnya antara lain serat, protein, rendah lemak, serta kaya akan vitamin seperti A, B6, E, dan mineral seperti kalium, tembaga, serta zat besi,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kandungan serat rebung mencapai 6–8 gram per 100 gram, yang baik untuk kesehatan pencernaan dan membantu menurunkan kadar kolesterol.
Selain itu, rebung juga mengandung antioksidan seperti senyawa fenol dan fitosterol. Kandungan ini berkaitan dengan perbaikan kesehatan metabolik, pengendalian kadar gula darah, serta perbaikan profil lipid dalam tubuh. “Rebung berkontribusi pada peningkatan fungsi sistem pencernaan secara keseluruhan,” kata Arie.
Penelitian tersebut juga menemukan manfaat lain yang lebih luas. “Penelitian menunjukkan bahwa rebung berperan sebagai antiinflamasi, probiotik, dan mampu menghambat pembentukan senyawa toksik di dalam tubuh. Bahkan, rebung juga memiliki khasiat antikanker,” tambahnya.
Meski demikian, Arie mengingatkan pentingnya pengolahan yang tepat sebelum mengonsumsi rebung. “Jika salah dalam mengolahnya, alih-alih mendapatkan manfaat, justru bisa menyebabkan keracunan,” tegasnya.
Di Indonesia, pengolahan rebung telah menjadi bagian dari kearifan lokal, terlihat dari beragam hidangan seperti lodeh, oseng-oseng, gulai rebung asam, angeun lada rebung khas Sunda, urab iwung rebung santan kuning, hingga lumpia rebung yang tetap lestari hingga kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....