Macapat: Mengupas Takdir Majapahit dan Berdirinya Demak
- 25 Feb 2026 20:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Macapat Pro 4 RRI Surabaya edisi Rabu (25/2) kembali menyapa pemirsa dengan bahasan yang mendalam mengenai sejarah dan sastra klasik. Menghadirkan narasumber Ki Alfaris Suwondo Saputro, Kepala Seksi Umum Yayasan Macapat Among Tani Mojopahit, diskusi kali ini membedah mahakarya Serat Centhini.
Topik utama yang diangkat adalah momen krusial transisi kekuasaan di tanah Jawa, yakni "Bedhahipun Praja Mojopahit Kalajengaken Raden Fatah Jumeneng Nata Nalendra Kasultanan Demak" (Runtuhnya Kerajaan Majapahit dilanjutkan Raden Fatah naik takhta sebagai Raja Kesultanan Demak).
Dalam pemaparannya, Ki Alfaris menjelaskan bahwa Serat Centhini bukan sekadar ensiklopedia kebudayaan Jawa, melainkan juga menyimpan catatan memori kolektif mengenai pergeseran zaman.
Ia menekankan bahwa runtuhnya Majapahit dalam perspektif sastra ini tidak hanya dilihat sebagai kekalahan militer, melainkan sebuah siklus perubahan zaman atau cakra manggilingan.
Surutnya Surya Majapahit: Analisis mengenai kondisi internal Majapahit sebelum masa transisi.
Sosok Raden Fatah: Bagaimana silsilah dan legitimasi Raden Fatah sebagai penerus trah Majapahit yang membawa warna baru melalui panji Islam.
Harmonisme Budaya: Bagaimana transisi dari Majapahit ke Demak tetap membawa sisa-sisa kejayaan seni dan sastra yang kemudian diadaptasi oleh para Wali.
"Memahami Serat Centhini adalah cara kita bercermin pada masa lalu untuk memahami jati diri bangsa hari ini. Transisi dari Majapahit ke Demak adalah jembatan sejarah yang membentuk wajah nusantara," Kata Ki Alfaris di sela-sela lantunan tembang macapat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....