Kebiasaan Mandi Air Panas Simpan Risiko Kesehatan

  • 25 Feb 2026 12:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Mandi air panas setiap hari selama ini dianggap sebagai kebiasaan yang aman sekaligus menenangkan bagi banyak orang. Sensasi hangat dipercaya mampu meredakan rasa lelah setelah beraktivitas. Namun di balik kenyamanan tersebut, para ahli kesehatan mulai mengingatkan adanya dampak jangka panjang yang sering kali tidak disadari masyarakat.

Dokter umum dari Klinik BPJS Surabaya, dr. Hartadi, menjelaskan kepada Pro1 melalui sambungan telepon, Rabu 25 Februari 2026, bahwa perubahan akibat kebiasaan mandi air panas tidak terjadi secara instan. Menurutnya, efeknya muncul perlahan hingga akhirnya tubuh memberikan sinyal tertentu.

“Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan muncul perlahan-lahan hingga tubuh akhirnya memberikan tanda,” ujar dr. Hartadi saat dikonfirmasi Pro1. Ia menekankan bahwa banyak orang baru menyadari dampaknya ketika keluhan sudah mulai muncul.

Paparan air panas yang terlalu sering, lanjutnya, dapat mengikis minyak alami pada kulit. Padahal, lapisan minyak tersebut berfungsi sebagai pelindung utama dari kekeringan dan gangguan lingkungan. Ketika pelindung alami hilang, kulit menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami iritasi.

Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti gatal berkepanjangan, kulit pecah-pecah, hingga peradangan. Dampak kebiasaan mandi air panas juga tidak hanya terjadi pada kulit, tetapi turut memengaruhi kesehatan rambut.

“Panas berlebih dapat melemahkan akar rambut sehingga rambut lebih mudah rontok dan kehilangan kilau alaminya,” jelas dr. Hartadi. Ia menambahkan, banyak pasien tidak menyadari bahwa kerusakan rambut dapat dipicu oleh kebiasaan mandi air panas yang dilakukan setiap hari.

Selain berdampak pada permukaan tubuh, mandi air panas dalam durasi lama juga dapat memengaruhi sistem peredaran darah. Pelebaran pembuluh darah memang memberikan sensasi rileks, tetapi berisiko menimbulkan pusing, lemas, hingga kelelahan setelah mandi, terutama saat tubuh dalam kondisi dehidrasi atau sangat lelah.

Kebiasaan mandi air panas pada malam hari juga dinilai berpotensi mengganggu ritme alami tubuh dan kualitas tidur. “Air panas bukanlah musuh, namun kebiasaan yang tidak terbatas sering kali menjadi awal dari hal-hal yang tidak disadari,” tegas dr. Hartadi.

Ia mengingatkan bahwa yang perlu diperhatikan bukan sekadar mandi air panas, melainkan frekuensi dan durasinya agar tubuh tetap sehat dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....