BPBD Jatim Minta Warga Kenali Tanda Bencana

  • 25 Feb 2026 11:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Warga Jawa Timur diminta lebih waspada dengan mengenali tanda-tanda awal bencana di lingkungan masing-masing. Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya potensi bencana hidrometeorologi selama musim penghujan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur (BPBD Jatim), hingga 23 Februari 2026 tercatat terdapat 14 ancaman bencana di wilayah Jawa Timur. Rinciannya meliputi 42 kejadian angin kencang, 32 puting beliung, 13 banjir, 3 tanah bergerak, serta 1 kejadian longsor yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jatim, Heru Wibowo, mengatakan Jawa Timur memiliki tingkat kerawanan yang tinggi karena kondisi geografisnya yang beragam.

“Jawa Timur sering disebut supermarket bencana karena hampir semua jenis bencana ada. Karena itu masyarakat harus mengenali tanda-tanda bahaya di sekitarnya agar bisa melakukan antisipasi sejak dini,” ujar Heru saat diwawancarai RRI Surabaya, Rabu, 25 Februari 2026.

Menurutnya, BPBD Jatim telah memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan serta menyiapkan sistem peringatan dini berupa alarm kebencanaan agar masyarakat lebih cepat merespons situasi darurat.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari mitigasi dan upaya pencegahan. Dengan mengenali tanda awal bencana, risiko dan dampaknya bisa ditekan,” katanya.

Ia menambahkan, setiap peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota serta instansi terkait.

“Tim reaksi cepat kami siagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar respons lebih cepat dan tepat,” ucapnya.

BPBD Jatim mengimbau masyarakat tidak mengabaikan informasi resmi dan segera melaporkan potensi bahaya di lingkungan sekitar guna meminimalkan risiko bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....