Jadikan Info Cuaca Bagian dari Gaya Hidup
- 25 Feb 2026 10:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Informasi cuaca tidak lagi cukup dipahami sebagai pemberitahuan sesaat. Di tengah musim penghujan yang masih berlangsung hingga April 2026, masyarakat didorong menjadikan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, mengatakan pihaknya masih mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga akhir Februari 2026. Memasuki Maret, intensitas hujan diprakirakan mulai menurun, sebelum memasuki masa transisi atau pancaroba pada Mei mendatang.
“Peringatan dini cuaca ekstrem yang kami sampaikan harapannya tidak hanya dibaca sepintas, tetapi menjadi gaya hidup, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana. Informasi BMKG yang diperbarui secara real time dapat menjadi referensi sebelum masyarakat menjalankan aktivitas,” ujar Taufiq saat menjadi narasumber dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Rabu, 25 Februari 2026.
| Baca juga: Pelari Soroti PPN Langganan Strava |
Menurutnya, informasi yang disampaikan BMKG tidak hanya berupa prakiraan cuaca harian. BMKG juga menyediakan peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, pantauan radar cuaca, citra satelit, hingga informasi potensi gelombang tinggi dan kondisi cuaca maritim.
Data tersebut diperbarui secara berkala melalui laman resmi, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial terverifikasi. Informasi real time itu dapat dimanfaatkan sebagai upaya pencegahan dan mitigasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun angin kencang.
Taufiq menilai kesadaran masyarakat terhadap informasi kebencanaan mulai tumbuh. Hal ini terlihat dari meningkatnya akses publik terhadap kanal media sosial resmi BMKG.
“Akun Instagram BMKG sudah terverifikasi centang biru dan pengikutnya sangat banyak, begitu pula di TikTok. Ini menunjukkan masyarakat mulai menjadikan informasi cuaca sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan, kedisiplinan masyarakat dalam memantau informasi resmi menjadi kunci meminimalkan risiko saat cuaca ekstrem terjadi. Dengan menjadikan informasi cuaca sebagai gaya hidup, dampak bencana diharapkan dapat ditekan sejak dini.
“Mitigasi itu dimulai dari informasi. Kalau masyarakat rutin memantau peringatan dini dan pantauan radar, risiko bisa dikurangi,” kata Taufiq.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....