Komnas Perlindungan Anak: Kasus Kekerasan Anak di Jatim Tinggi

  • 25 Feb 2026 07:18 WIB
  •  Surabaya

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠RRI.CO.ID, Surabaya - Kasus kekerasan dilingkungan anak di Jawa Timur masih cukup tinggi. Derasnya informasi dan tontonan liar dunia maya menjadi salah satu pemicu utama perlakuan kekerasan. Pendampingan orang terdekat harus dibarengi sosialisasi dan edukasi oleh masyarakat di lingkungan sekitar.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya, Muhammad Syaiful Bachri, menyebut meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Surabaya dan sejumlah daerah di Jawa Timur diduga dipicu lemahnya pengawasan serta pengaruh dunia maya yang kian masif.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Simfoni PPA tahun 2025, Surabaya mencatat 182 kasus kekerasan anak, tertinggi di Jawa Timur. Disusul Gresik 155 kasus dan Tuban 114 kasus.

"Data ini cukup mengkhawatirkan ya, terutama kaitan antara dunia maya dan kesehatan mental anak," ucapnya.

Ia menilai, tingginya angka tersebut menjadi tanda adanya persoalan serius, termasuk derasnya arus informasi digital yang bebas diakses anak tanpa pendampingan. Terlebih, soal gaya hidup masyarakat terhadap gadget yang dinilai sebagian besar masyarakat menjadi status sosial yang harus dimiliki anak.

Kondisi ini dinilai menjadi alarm bahwa pengawasan keluarga, kepedulian sosial, serta literasi digital perlu diperkuat untuk mencegah dampak buruk terhadap kesehatan mental anak.

"Ini menjadi suatu pertanda dan tanda tanya besar, apakah adanya kepedulian masyarakat saat ini sedang melemah ataupun turun," ujarnya.

Komnas PA berharap peran keluarga, sekolah, dan masyarakat diperkuat agar anak terlindungi dari kekerasan serta dampak negatif dunia maya.

"Kami bisa menjawab bahwa sebenarnya ini menjadi rentetan global yang terjadi dengan banyaknya internet masuk, bebasnya berselancar di dunia maya, ini menjadi suatu catatan penting," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....