Desa Kepuhanyar Mojokerto Transformasi Kawasan Kumuh Jadi Kampung Estetis Sehat
- 24 Feb 2026 12:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Mojokerto – Kilau lampu hias dan jalanan beton yang rapi kini menjadi pemandangan sehari-hari di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar. Melalui program Permata Jatim (Penataan Kawasan Permukiman Terpadu Jawa Timur), desa yang dulunya tergolong kawasan kumuh sedang ini telah bermetamorfosis menjadi lingkungan yang estetis dan sehat.
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, diikuti Bupati Mojokerto, Organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim, Forkopimda Kabupaten Mojokerto, tokoh Agama, dan masyarakat desa setempat, pada Senin 23 Februari 2026 malam.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Program Permata Jatim adalah Komitmen Pemprov Jatim Memanusiakan Hunian. Instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di lapisan paling bawah.
"Dengan rumah yang layak, sanitasi yang bersih, dan lingkungan yang terang, kita sedang membangun fondasi kesehatan dan kecerdasan anak-anak kita. Saya berharap wajah baru Kepuhanyar ini menjadi pengungkit ekonomi baru bagi warga setempat," kata Khofifah dalam sambutannya. 
Senada dengan Gubernur, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengapresiasi kolaborasi anggaran yang mencapai total lebih dari Rp 14 Miliar ini. Mengingat Kepuhanyar berada di zona industri menurut RTRW, penataan ini sangat krusial. Menurutnya, Desa Kepuhanyar dinilai strategis karena masuk dalam peruntukan industri.
"Dengan penataan yang komprehensif ini, masyarakat tidak lagi menjadi penonton, tapi siap menjadi pelaku pembangunan. Lingkungannya sudah bersih, drainasenya bagus, dan yang terpenting, tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni di sini." ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKP & CK) Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, menjelaskan alasan teknis terpilihnya desa ini sebagai lokasi prioritas Program Permata Jatim ialah, didasarkan pada kriteria kawasan kumuh sedang dengan kepadatan hunian yang tinggi namun minim infrastruktur dasar.
"Kami melihat ada ketimpangan antara potensi strategis wilayah industri dengan kondisi riil permukiman warga. Melalui Permata Jatim, kami mengintegrasikan pembangunan RTLH, sanitasi, hingga PJU secara serentak (intervensi terpadu) agar dampaknya langsung terasa pada skor kualitas permukiman di Jawa Timur," ucapnya.
Perubahan Desa Kepuhanyar diantaranya, Infrastruktur Dasar meliputi betonisasi jalan, drainase modern, dan 229 unit PJU, Kesehatan Lingkungan meliputi sebanyak 120 KK akses air bersih, 128 unit MCK baru, dan TPS-3R untuk 429 KK. Selain itu, pada kesejahteraan warga telah ada kagiatan renovasi 23 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kini, Desa Kepuhanyar bukan lagi sekadar titik koordinat di peta Bumi Majapahit Mojokerto, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi pemerintah dalam menyulap keterbatasan menjadi sebuah "Permata" di Jatim yang membanggakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....