Gubernur Khofifah Resmikan PERMATA Jatim Desa Kepuhanyar Mojokerto

  • 24 Feb 2026 11:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Mojokerto – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi melalui Program PERMATA Jatim di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Senin 23 Februari malam. Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan pembangunan permukiman yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh harus dilakukan secara terpadu berbasis kawasan, tidak parsial. "Hari ini kita menyaksikan hasil pelaksanaan Program Permata Jatim di Desa Kepuhanyar. Ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, dan produktif bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam sambutannya didepan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto, serta masyarakat desa setempat, Khofifah menyatakan, program ini adalah wujud nyata upaya pemerintah menghadirkan lingkungan yang lebih layak huni sekaligus produktif bagi masyarakat. Ia juga mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan prinsip pengelolaan sampah 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.

"Saya berharap seluruh warga bisa saling menjaga lingkungan sekitar tetap bersih. Terlebih warga Kepuhanyar Mojokerto bisa menerapkan prinsip pengelolaan sampah 3R meliputi Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali) dan Recycle (Mendaur Ulang). Jika lingkungan bersih maka akan berdampak kepada bersih hatinya bersih pikirannya dan bersih perilakunya," tuturnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, Program Permata Jatim tidak semata-mata bertujuan mengurangi luasan kawasan kumuh, tetapi juga membangun optimisme dan semangat baru bagi masyarakat. "Penataan kawasan ini adalah investasi sosial. Kita ingin masyarakat tidak hanya tinggal di lingkungan yang lebih baik, tetapi juga memiliki harapan dan kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan," katanya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menambahkan, pembangunan kawasan terpadu ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur dasar, tetapi juga membangun budaya hidup bersih dan mendukung pertumbuhan ekonomi warga. "Kami berharap rumah tidak layak huni yang masih ada bisa terselesaikan baik melalui dukungan APBN, APBD sampai CSR dari sektor swasta," ujarnya.

Program Permata Jatim di Mojokerto mencakup penataan kawasan seluas 10 hektare lebih dengan dukungan anggaran miliaran rupiah, dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. "Penanganan kawasan ini diharapkan dapat mendukung dan memperkuat potensi lokal Desa Kepuhanyar yang dikenal sebagai kampung jamu," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....