Pasca Gangguan Cuaca Ekstrem, Sistem Kelistrikan Bali Kembali Normal
- 23 Feb 2026 20:14 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali memastikan sistem kelistrikan Bali kembali normal. Kondisi stabil pasca gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali, Minggu, 22 Februari 2026.
Gangguan terjadi pukul 18.39 WIB pada penghantar Situbondo–Banyuwangi #1 dan #2. Kedua penghantar mengalami trip akibat sambaran petir saat hujan lebat.
Sistem proteksi bekerja otomatis untuk mengamankan jaringan transmisi. Dampaknya, beban padam sekitar 307 megawatt hingga wilayah Bali.
Jalur transmisi tersebut bagian strategis interkoneksi Jawa–Bali. Fungsinya menjaga keandalan pasokan listrik Pulau Bali.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, dalam rilis yang diterima redaksi pada Senin, 23 Februari 2026 menjelaskan gangguan dipicu cuaca ekstrem. Petir menyebabkan penghantar Situbondo–Banyuwangi #1 dan #2 trip.
"Gerak cepat Tim operator segera melakukan pengamanan sistem. Disisi lain Tim pemeliharaan (HAR) melakukan manuver sistem berupa pelepasan kapasitor Gianyar–Padang Sambian untuk menjaga stabilitas tegangan," ujar Ika.
Koordinasi intensif dilakukan dengan UP2B Bali untuk pengalihan beban dan penormalan bertahap "Dan pada pukul 20.36 WIB Sistem kelistrikan Bali kembali normal, aman dan terkendali," tambahnya.
Proses pemulihan berlangsung kurang dari dua jam sejak gangguan terjadi. Seluruh pembangkit tetap dalam kondisi aman dan terkendali selama penanganan.
PLN menegaskan informasi pemadaman bergilir selama satu pekan di Bali tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun rencana pemadaman bergilir pascagangguan tersebut.
Saat ini sistem kelistrikan Bali dalam kondisi normal. Daya mampu sistem mencukupi kebutuhan pelanggan.
PLN mengimbau masyarakat memperoleh informasi melalui kanal resmi perusahaan. Perseroan berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik wilayah strategis nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....