BMKG Juanda Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim hingga Akhir Februari

  • 22 Feb 2026 05:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Jawa Timur pada periode 21–28 Februari 2026. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Dalam rilis resminya melalui akun instagram @infobmkgjuanda, BMKG Juanda menyampaikan bahwa cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi meliputi hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Dampak lanjutan yang perlu diwaspadai antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.

Wilayah yang masuk dalam kategori waspada mencakup hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, antara lain Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, serta Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.

BMKG Juanda menjelaskan, saat ini seluruh wilayah Jawa Timur berada dalam musim hujan, bahkan beberapa daerah diperkirakan masih berada pada puncak musim hujan. Dalam delapan hari ke depan, intensitas cuaca ekstrem diprediksi meningkat akibat beberapa faktor meteorologis, di antaranya aktifnya Monsun Asia, adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency, Madden Julian Oscillation (MJO), serta Gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Selain itu, hangatnya suhu muka laut di perairan Selat Madura dan kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat. Seiring kondisi tersebut, BMKG Juanda mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti daerah bertopografi curam, pegunungan, dan bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk citra radar cuaca, peringatan dini tiga harian, serta peringatan 2–3 jam ke depan.n“Tetap tenang dan waspada, serta utamakan keselamatan,” tulisnya dalam rilis resmi @infobmkgjuanda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....