Pasokan Minim, Harga Cabai Rawit Melonjak

  • 20 Feb 2026 06:00 WIB
  •  Surabaya

‎‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Larangan, Kabupaten Sidoarjo, terus merangkak naik memasuki bulan Ramadan. Para pedagang mengeluhkan minimnya stok atau pasokan dari distributor yang dinilai menjadi penyebab utama lonjakan harga di tingkat pasar tradisional.

Salah satu pedagang cabai di Pasar Larangan, Lilik Nurhayati, mengaku pasokan cabai rawit merah yang datang dalam beberapa hari terakhir jauh berkurang dibanding biasanya. Kondisi tersebut membuat harga beli dari pengepul sudah tinggi sebelum sampai ke tangan pedagang.

“Stoknya memang minim, kiriman dari pemasok tidak sebanyak biasanya. Kami terpaksa ambil dengan harga lebih mahal, jadi saat dijual ke pembeli ikut naik,” ujar Lilik saat ditemui di lapaknya, Jumat 20 Februari 2026.

Menurut Lilik, harga cabai rawit merah kini menembus Rp90 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal harga berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Kenaikan yang cukup tajam ini, lanjutnya, juga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

“Pembeli banyak yang kaget. Biasanya beli satu kilo, sekarang paling setengah kilo atau seperempat. Kami juga serba salah karena modalnya sudah tinggi,” katanya.

Ia menduga berkurangnya pasokan dipengaruhi faktor cuaca dan distribusi dari daerah sentra produksi. Jika kondisi ini terus berlangsung hingga Ramadan, Lilik khawatir harga cabai akan kembali melonjak.

Sementara itu, Tim Satgas Pangan Polresta Sidoarjo bersama Badan Pangan Nasional sebelumnya melakukan inspeksi mendadak di Pasar Induk Larangan untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok.

Pengawasan akan terus dilakukan selama Ramadan hingga Idul Fitri guna memastikan distribusi berjalan normal dan tidak terjadi pelanggaran harga acuan pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....