Muhammadiyah Jatim Tanam 113 Bibit Durian di Sampang
- 17 Feb 2026 09:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sampang — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur bersama Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah menanam 113 bibit durian. Penanaman berlangsung di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Minggu, 15 Februari 2026.
Bibit yang ditanam terdiri dari montong, musang king, dan bawor. Bantuan tersebut mendukung program Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karang Penang.
Program cabang itu menargetkan penanaman seribu bibit durian. Kegiatan diharapkan menjadikan Karang Penang sentra durian di Pulau Madura.
Penanaman simbolis dilakukan di lahan milik warga seluas tujuh hektare. Sebanyak 113 bibit telah dikirim beberapa hari sebelumnya.
Kegiatan dihadiri Khamim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hadir pula Aditio Yudono, KH Mughni Musa, Muhammad Sholeh, dan tokoh masyarakat.
Wakil Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah Jawa Timur, Aditio Yudono, menyebut program berbasis ekonomi produktif. Ia berharap Karang Penang berkembang seperti Wonosalam, Jombang.
“Alhamdulillah, hari ini dilaksanakan seremoni penanaman bantuan bibit pohon durian dari Muhammadiyah Jatim. Kita berharap Kecamatan Karang Penang mampu menjadi sentra buah durian di Pulau Madura, seperti layaknya Wonosalam, Jombang,” ujar Aditio, Selasa, 17 Februari 2026.
Khamim mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai kegiatan memadukan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kunjungan saya mewakili Dirjen Dikdasmen - Kemendikdasmen RI di Kabupaten Sampang ini sangat luar biasa. Harapannya program ini menjadi berkah dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karang Penang, Dhahib Samudra, menjelaskan pola kemitraan. Program ini akan menjadi Amal Usaha Muhammadiyah setempat.
“Pohon durian berbagai jenis seperti musang king, montong dan bawor ditanam di lahan milik warga seluas 7 hektar dengan sistem bagi hasil yang berpola kemitraan. Pembagian hasilnya 30% untuk PCM atau PRM, 50% untuk operasional dan 20% untuk pemilik lahan yang turut merawat,” ucap Dhahib Samudra.
Selain durian, pihaknya merencanakan pendirian industri genteng bermerek Suryamu. Program itu diharapkan memperkuat ekonomi sekaligus dakwah Muhammadiyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....