Menkopolkam Ingatkan Bahaya Galian-C Rusak Alam Mojokerto
- 15 Feb 2026 09:39 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Mojokerto – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mojokerto. Dalam pesannya, ia menegaskan agar aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, khususnya galian C, tidak dibiarkan begitu saja.
“Dengan yang berkaitan dengan penggalian, galian C itu jangan didiamkan. Ingatkan dan laporkan,” tegas Djamari di hadapan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

Dihadapan jajaran Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan pra tokoh masyarakat Kabupaten Mojokerto, Ia mencontohkan sejumlah daerah di Indonesia yang terdampak bencana akibat kerusakan lingkungan, sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Aceh, Sumatera hingga beberapa wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Lihat keadaan di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara. Kemarin di Jawa Barat, di Jawa Tengah juga begitu. Nggak ada sesuatu yang bisa dilakukan manakala alam sudah marah kepada kita,” ujarnya.
Menurutnya, dampak bencana yang ditimbulkan sangat besar dan menyengsarakan masyarakat. Ia menyinggung kejadian di Aceh, di mana lumpur yang datang akibat bencana mampu menghilangkan satu kampung.
“Di Aceh itu kalau sudah lumpurnya datang, habis kampung itu, sudah nggak ada, hilang semuanya. Sungai menjadi banyak,” katanya.
Ia juga menyinggung peristiwa longsor di Jawa Barat yang menyebabkan korban jiwa. “Di Jawa Barat, ada tentara yang menjadi korban, dua-tiga orang hilang, bahkan sampai sekarang belum ketemu lengkap. Digusur sama longsoran tanah itu,” tambahnya.
Djamari menekankan bahwa kondisi wilayah Mojokerto yang berbukit-bukit memerlukan perhatian ekstra dalam menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, keberadaan sumber mata air dan kestabilan tanah sangat bergantung pada kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Nah, karena di sini juga berbukit-bukit, pelihara itu. Kalau kita menyayangi alam ini, yakinlah bahwa alam akan menyayangi kita. Sumber mata air kita akan tetap ada di sini, dia akan menjaga tanah di sini untuk tidak longsor,” tuturnya.
Ia mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan aktivitas yang merusak alam. “Kalau ada dilihat oleh masyarakat kita di sini ada orang yang mengganggu alam, ingatkan, laporkan kepada para pimpinannya. Galian C itu jangan didiamkan,” tegasnya kembali.
Menurutnya, jika kerusakan lingkungan dibiarkan, dampaknya akan dirasakan seluruh masyarakat. “Karena nanti pada saat alam marah, itu yang terkena kita semua. Masyarakat yang kena. Sengsara kalau sudah alam marah pada kita,” ujarnya.
Selain pesan menjaga lingkungan, Djamari juga mendorong masyarakat Mojokerto untuk terus membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan. Ia menilai potensi daerah cukup beragam, mulai dari sektor industri, pertanian, hingga pariwisata.
“Jadi pesan saya, ayo kita bersama-sama warga kabupaten ini membangun daerah kita, menyejahterakan masyarakat kita yang ada di sini. Kalau di sini sudah sejahtera, sejahterakan lagi. Tunjukkan kepada masyarakat di Jawa Timur paling tidak, ini kabupaten unggulan,” pesannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....