Muhammadiyah Beri Penjelasan Penetapan Awal Ramadan yang Beda
- 14 Feb 2026 15:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Sholihin Fanani, mengatakan, Muhammadiyah mempunyai tanggung jawab memberikan penjelasan yang gamblang kepada masyarakat terkait penetapan awal Ramadan yang berbeda. Tahun ini, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
"Muhammadiyah harus menjelaskan secara terbuka dan argumentatif mengapa 1 Ramadan ditetapkan pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan itu tentu melalui metode hisab yang selama ini menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid,” ujar Kyai Shol, sapaan akrab Sholihin Fanani, saat memberikan sambutan pengantar pada sosialisasi Kalener Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang berlangsung secara daring, Jumat, 13 Februari 2026.
Dihadapan para pengurus Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Cabang, Ranting, dan para takmir masjid dan musala Muhammadiyah se-Jatim, Sholihin menjelaskan, perbedaan penetapan awal Ramadan merupakan hal yang lumrah dalam khazanah fikih Islam. Karena itu, edukasi kepada umat harus dikedepankan agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Menurutnya, selain masalah perbedaan awal Ramadan, hal lain yang juga perlu mendapatkan perhatian yaitu tradisi dalam menyambut Ramadan, seperti megengan dan berbagai kegiatan sosial-keagamaan lainnya. Kyai Shol menilai tradisi tersebut sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal yang perlu disikapi secara bijak.
"Muhammadiyah harus memberikan penjelasan bahwa tradisi menjelang Ramadan boleh saja dilakukan selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat. Namun, yang terpenting adalah substansi persiapan ruhani dan pemahaman keagamaan,” ujarnya, seperti dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Untuk itu ia berharap, menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur mengajak umat Islam mempersiapkan diri secara matang, baik secara spiritual, intelektual, maupun fisik. Sholihin menegaskan pentingnya mengisi Ramadan sesuai dengan tuntunan syariat dan meneladani praktik ibadah Rasulullah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....