Read Aloud Jawa Timur Gaungkan Literasi Sejak Dini
- 11 Feb 2026 16:41 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Komunitas Read Aloud Jawa Timur terus menggaungkan pentingnya budaya membacakan nyaring bagi anak sejak usia dini. Berdiri sejak tahun 2019, komunitas ini berfokus menyebarkan semangat read aloud kepada orangtua, guru, dan masyarakat luas sebagai fondasi penguatan literasi keluarga. Berbagai advokasi pun dilakukan bersama pemerintah, lembaga pendidikan, hingga komunitas literasi untuk mendorong gerakan membaca yang lebih masif dan berkelanjutan.
Ketua Komunitas Read Aloud Jawa Timur, Ariani Safitri, menjelaskan bahwa membacakan nyaring bukan sekadar membaca dengan suara keras, melainkan menghadirkan cerita secara hidup dan bermakna. “Read aloud adalah kegiatan membaca buku dengan suara yang jelas dan ekspresif, menggunakan intonasi, jeda, serta artikulasi yang tepat. Anak tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat teks dan gambar, sekaligus merasakan emosi cerita bersama pembacanya,” ujarnya. Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Inge sapaan akrabnya, kegiatan sederhana ini memiliki dampak besar terhadap perkembangan anak. Anak diperkenalkan pada kosakata baru, struktur kalimat yang baik, serta pola komunikasi yang positif.
Selain itu, membacakan nyaring juga membantu anak memahami isi cerita melalui interaksi, tanya jawab, dan diskusi ringan. “Dari proses itu, anak belajar memahami makna, sebab-akibat, hingga melatih imajinasi dan berpikir kritis,” tambahnya.
Tak hanya berdampak pada aspek kognitif, read aloud juga berperan penting dalam perkembangan emosional anak. Cerita membantu anak mengenali berbagai perasaan tokoh dan belajar berempati terhadap orang lain.
Di sisi lain, momen membaca bersama menciptakan kedekatan yang hangat antara anak dan orang dewasa. “Ketika orangtua duduk bersama anak, tertawa dan berdiskusi tentang buku, di situlah bonding terbangun dengan alami,” katanya.
Melalui berbagai pelatihan dan kolaborasi, Read Aloud Jawa Timur berharap semakin banyak keluarga yang menjadikan membacakan nyaring sebagai kebiasaan harian. “Read aloud bukan hanya tentang membaca buku, tetapi membangun bahasa, karakter, dan hubungan emosional anak. Jika dilakukan konsisten sejak dini, dampaknya akan terasa hingga mereka dewasa,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....