Menilik Rahasia Kesembuhan lewat Kearifan Budaya Nusantara
- 10 Feb 2026 23:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya : Pernahkah Anda mendengar istilah “Tamba Teka Lara Lunga”? Pepatah Jawa yang secara harfiah berarti "Obat Datang Penyakit Pergi" ini bukan sekadar slogan kesehatan biasa, melainkan sebuah filosofi mendalam tentang keseimbangan jiwa dan raga.
Dalam acara Obrolan Budaya edisi Selasa, 10 Januari 2026, dua sudut pandang menarik bertemu untuk membedah makna di balik kalimat sakti tersebut. Menghadirkan Cak Ries Handana, seorang Pecinta Budaya Nusantara, dan Ning Shinta Puspawati, Praktisi Penyembuhan Non-Medis, diskusi ini menguak bagaimana leluhur kita memandang kesehatan secara holistik.
Makna ungkapan Tamba teka lara lunga ini bersifat umum, sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan suatu kondisi di mana sebuah solusi atau kehadiran yang dinantikan datang, dan masalah atau kesulitan yang ada pun lenyap.
“Makna Harfiah: Kata "tamba" berarti obat, "teka" berarti datang, "lara" berarti sakit, dan "lunga" berarti pergi atau hilang.” Kata Cak Ries.
Kembali ke akar budaya. Menurut Cak Ries Handana, masyarakat Nusantara sejak dulu memiliki ikatan yang sangat kuat dengan alam. Ia menekankan bahwa Tamba Teka Lara Lunga adalah manifestasi dari harmoni antara manusia dengan lingkungannya.
"Obat itu tidak selalu berbentuk pil atau ramuan kimia. Dalam budaya kita, ketenangan pikiran, tutur kata yang baik, hingga laku prihatin adalah 'tamba' atau obat yang sesungguhnya," ujar Cak Ries.
Ia menambahkan bahwa banyak tradisi lisan dan ritual di Indonesia yang sebenarnya bertujuan untuk menjaga imunitas mental sebelum penyakit fisik menyerang.
Terkait dengan penyembuhan non-medis. Selaras dengan pandangan budaya tersebut, Ning Shinta Puspawati menjelaskan dari perspektif energi dan penyembuhan non-medis. Menurutnya, penyakit sering kali bersumber dari sumbatan energi yang dipicu oleh emosi negatif atau ketidakseimbangan spiritual.
"Penyembuhan non-medis itu bekerja pada akar masalah yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Ketika hati sudah ikhlas dan pasrah, di situlah tamba (obat) itu sejatinya datang menyapa," jelas Ning Shinta.
Ia juga menekankan pentingnya sugesti positif. Kalimat Lara Lunga (Penyakit Pergi) adalah bentuk afirmasi bahwa tubuh memiliki kemampuan alami untuk memulihkan dirinya sendiri jika didukung oleh frekuensi pikiran yang tepat.
Obrolan ini, ditutup dengan sebuah refleksi bahwa kesehatan bukan hanya tentang raga yang kuat, tapi tentang jiwa yang tenang. Karena saat jiwa merasa cukup dan tenang, maka Tamba Teka, Lara Lunga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....