Kasih Sayang Seimbang Kunci Tumbuh Anak Disabilitas

  • 09 Feb 2026 08:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kasih sayang yang tepat menjadi fondasi penting dalam tumbuh kembang anak penyandang disabilitas netra. Orang tua memiliki peran strategis dalam memastikan anak tetap memperoleh ruang untuk berkembang secara optimal, baik dari sisi kemandirian, tanggung jawab, maupun kemampuan bersosialisasi. Pemberian kasih sayang tidak cukup hanya dengan perlindungan, tetapi juga perlu diarahkan pada pembentukan karakter dan kepercayaan diri anak.

Salah satu bentuk kasih sayang yang sesuai adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk belajar merawat diri dan bertanggung jawab di lingkungan terdekatnya. Anak disabilitas netra perlu diajarkan keterampilan dasar seperti mengurus kebutuhan pribadi, mengenali lingkungan, serta berinteraksi secara sehat dengan orang lain. Langkah ini dinilai penting agar anak mampu menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari secara mandiri.

Selain itu, orang tua juga dianjurkan untuk tidak menutup diri dari lingkungan sosial. Anak disabilitas netra justru perlu dikenalkan kepada anggota keluarga besar maupun masyarakat sekitar sejak dini. Dengan begitu, anak dapat belajar bersosialisasi, berkomunikasi secara sopan, serta membangun relasi sosial tanpa rasa minder atau terasing.

Ketua Biro Humas dan Publikasi Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Jawa Timur, Rizal Kurniawan, menegaskan bahwa kasih sayang berlebihan justru dapat menjadi hambatan bagi masa depan anak.

 “Kasih sayang yang terlalu memanjakan, melayani semua kebutuhan anak, dan tidak memberi ruang untuk mandiri merupakan bentuk kasih sayang yang keliru. Anak disabilitas netra perlu dilatih untuk percaya pada kemampuannya sendiri,” ujarnya. Minggu, 8 Februari 2026. 

Menurut Rizal, dampak dari pola asuh yang terlalu protektif dapat memicu ketergantungan jangka panjang. Anak berisiko tumbuh dengan kemandirian rendah, cenderung manja, sulit merawat diri, serta kurang mampu berkomunikasi secara efektif. 

Oleh karena itu, keseimbangan antara kasih sayang dan pemberdayaan menjadi kunci utama agar anak disabilitas netra dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berperan aktif di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....