Lawan Fitnah Digital, Ustadzah Elok Ajak Perangi Hoax
- 09 Feb 2026 05:25 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kecepatan arus informasi di era digital bak pisau bermata dua. Jika tidak dibarengi dengan kecerdasan memilah berita, masyarakat bisa dengan mudah terperosok dalam jurang fitnah dan adu domba. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam program Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya, Senin 9 Februari 2026.
Menurut Ustadzah Elok Yuchanit, Penyuluh Agama Islam Kec. Jambangan, Kemenag Kota Surabaya. menyaring informasi bukan sekadar urusan logika, melainkan kewajiban agama
Ustadzah Elok menjelaskan bahwa dalam Islam, konsep memerangi berita bohong sudah diatur dengan tegas melalui prinsip Tabayyun (verifikasi).
"Jangan sampai kita menjadi jembatan bagi berita yang tidak jelas sumbernya. Satu klik 'share' tanpa pengecekan bisa berakibat fatal dan menjadi dosa jariyah jika yang disebarkan adalah fitnah," tegasnya dalam Dalam dialog interaktif bertajuk "Perangi Hoax!"
“Kita sebagai umat Islam kita harus memerangi Hoax. Karena hoax bisa berakibat fatal. Karna hoax itu termasuk fitnah. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Jadi hoax sangat berbahaya. Jangan sampai kita menyebarkan hoax dengan cara memerangi hoax.”
Dalam sesi tanya jawab, ustadzah Wlok membagikan tips sederhana bagi para pendengar untuk mengenali berita palsu:
Judul yang Provokatif: Biasanya menggunakan kalimat bombastis yang memancing emosi atau kemarahan.
Sumber Tidak Jelas: Tidak mencantumkan nama penulis atau lembaga berita yang kredibel.
Meminta Disebarkan Segera: Seringkali disertai bumbu ancaman atau janji pahala agar pembaca segera membagikannya.
Ustadzah Elok juga berpesan kepada para orang tua agar senantiasa mendampingi anak-anak maupun lansia dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, kelompok usia ini seringkali menjadi target utama penyebaran hoax karena faktor emosional dan kurangnya literasi teknologi.
"Mari kita jadikan jari-jari kita sebagai sarana ibadah. Jika ragu dengan sebuah informasi, lebih baik berhenti di kita saja. Diam itu emas, tapi memutus rantai hoax itu mulia," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....