Jalan Peningkatan Taqwa: Maknai Ibadah Lebih Dalam

  • 08 Feb 2026 11:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya edisi Minggu, 8 Februari 2026, menghadirkan nuansa spiritual yang kental. Bersama narasumber Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Jawa Timur, diskusi kali ini membedah tema krusial bagi setiap Muslim, yakni "Jalan Peningkatan Taqwa".

Dalam pemaparannya, Kiai Husnul menekankan bahwa taqwa bukanlah sebuah status statis, melainkan sebuah proses dinamis yang harus terus diupayakan setiap hari. Menurutnya, di era digital yang penuh disrupsi seperti sekarang, menjaga konsistensi taqwa memerlukan strategi yang tepat.

Kiai Husnul menjelaskan bahwa seringkali masyarakat terjebak pada pemahaman bahwa taqwa hanya sebatas menjalankan ritual ibadah mahdhah (seperti shalat dan puasa). Padahal, esensi taqwa mencakup hubungan interpersonal dan kepedulian sosial.

"Taqwa itu ibarat mengasah pisau. Jika tidak diasah dengan amal saleh dan keikhlasan, ia akan tumpul oleh debu kemaksiatan dan kelalaian. Jalan peningkatannya ada pada kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi kita (muraqabah)," ujar Kiai Husnul.

Dalam dialog interaktif tersebut, beliau merumuskan tiga langkah praktis untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan:

Mu'ahadah (Mengingat Janji): Selalu mengingat komitmen kita kepada Sang Pencipta dalam setiap langkah.

Mujahadah (Bersungguh-sungguh): Berupaya keras melawan hawa nafsu dan konsisten dalam kebaikan meski dalam kondisi sulit.

Muhasabah (Evaluasi Diri): Rutin melakukan audit spiritual setiap malam sebelum tidur untuk memperbaiki kualitas diri di hari esok.

Sebagai pimpinan Baznas Jatim, Kiai Husnul juga menyoroti kaitan erat antara kedermawanan dan taqwa. Beliau mengutip bahwa salah satu ciri orang bertaqwa adalah mereka yang menginfakkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit.

"Zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen nyata untuk membersihkan harta sekaligus jiwa. Tidak mungkin seseorang mencapai derajat taqwa yang sempurna jika ia masih menutup mata terhadap penderitaan sesamanya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....