Ski Air, Olahraga Air Bersejarah
- 07 Feb 2026 05:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Cabang olahraga ski air atau water skiing memiliki sejarah panjang sebelum dikenal luas seperti saat ini. Olahraga ini pertama kali diperkenalkan pada 1920-an di Amerika Serikat oleh Ralph Samuelson, yang bereksperimen meluncur di atas air menggunakan papan yang ditarik perahu bermotor.
Ski air kemudian mulai masuk dan berkembang di Indonesia sekitar dekade 1970-an melalui komunitas olahraga perairan, sebelum akhirnya dibina secara resmi di bawah Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) serta dipertandingkan di berbagai kejuaraan nasional.
Di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, olahraga ini terus dikenalkan melalui pembinaan atlet dan sosialisasi ke masyarakat. Namun, eksposurnya dinilai masih terbatas dibanding cabang olahraga lain.
Ketua Umum PSAWI Jawa Timur, Yolanda Sari, mengatakan pengenalan ski air memang masih menghadapi tantangan persepsi publik. “Ski air memang identik dengan olahraga kalangan tertentu. Banyak yang mengira hanya bisa dilakukan keluarga atau komunitas tertentu karena peralatannya cukup banyak dan terlihat ribet,” ujarnya saat menjadi narasumber Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan peralatan seperti papan ski, pelampung keselamatan, tali penarik, hingga perahu bermotor membuat biaya latihan relatif lebih tinggi dibanding olahraga darat. Selain itu, lokasi latihan juga harus memenuhi standar keamanan perairan.
“Kalau dilihat sekilas memang terkesan mahal, karena perlengkapannya banyak dan butuh fasilitas khusus. Itu yang membuat masyarakat ragu untuk mencoba,” katanya.
Meski demikian, Yolanda optimistis ski air dapat berkembang pesat jika dikenalkan lebih luas, khususnya kepada generasi muda melalui kejuaraan dan pembinaan berkelanjutan. “Kami optimistis ski air bisa berkembang. Kalau masyarakat sudah mengenal dan mencoba, biasanya muncul minat, apalagi peluang prestasinya juga besar,” katanya.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa ski air bukan olahraga yang menguras fisik karena dilakukan di atas air. Menurutnya, olahraga ini justru menuntut kekuatan otot, keseimbangan, dan daya tahan tubuh yang baik.
Saat pemain berdiri di atas papan dan menahan tarikan perahu, hampir seluruh otot tubuh bekerja, mulai dari lengan, kaki, hingga inti tubuh. Aktivitas tersebut juga melatih koordinasi, fokus, serta refleks.
“Ski air tetap membuat tubuh berkeringat. Hanya saja keringatnya tidak terasa karena langsung bercampur air,” ucapnya.
| Baca juga: Diet Antiinflamasi Kendalikan Autoimun |
Selain kebugaran fisik, ski air juga memberi manfaat bagi kesehatan mental. Sensasi meluncur di atas air dinilai mampu membantu meredakan stres sekaligus meningkatkan rasa percaya diri atlet.
Melalui edukasi berkelanjutan, PSAWI Jawa Timur berharap masyarakat tidak lagi memandang ski air sebagai olahraga eksklusif, melainkan sebagai cabang olahraga potensial yang menyehatkan sekaligus membanggakan jika ditekuni secara serius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....