Lapas Surabaya Fasilitasi Nikah Anak Napiter Secara Humanis

  • 06 Feb 2026 21:06 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, memfasilitasi pelaksanaan pernikahan anak salah satu warga binaan kasus terorisme atau narapidana terorisme (napiter) berinisial ZJ. Akad nikah digelar di Masjid Nurul Fuad Lapas Kelas I Surabaya, Jumat 6  Februari 2026.

Fasilitasi pernikahan ini merupakan bentuk pemenuhan hak sosial warga binaan sekaligus bagian dari pembinaan kepribadian berbasis pendekatan humanis. Penguatan hubungan keluarga dinilai menjadi modal penting bagi proses reintegrasi sosial warga binaan setelah menjalani masa pidana.

Prosesi akad nikah berlangsung khidmat dan tertib dengan pengamanan sesuai prosedur. Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Porong, perwakilan Densus, petugas lapas, serta keluarga kedua mempelai.

Suasana haru mewarnai jalannya akad nikah. Mempelai wanita tampak menitikkan air mata saat ijab kabul berlangsung. Sang ayah bertindak langsung sebagai wali nikah, meskipun prosesi tersebut harus dijalani di dalam lingkungan lapas.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengatakan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sikap dan perilaku warga binaan, khususnya melalui pendekatan pembinaan yang manusiawi dan berkelanjutan.

“Keluarga adalah fondasi utama dalam proses perubahan. Melalui fasilitasi ini, kami berharap warga binaan semakin termotivasi untuk mengikuti seluruh program pembinaan dengan lebih baik,” ujar Sohibur Rachman.

Ia menambahkan, ZJ menunjukkan perkembangan positif selama menjalani pembinaan di dalam lapas. Dalam waktu dekat, yang bersangkutan juga dijadwalkan melaksanakan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bagian dari program deradikalisasi.

“Ini menjadi salah satu indikator komitmen warga binaan untuk kembali setia kepada negara dan siap kembali berperan di tengah masyarakat setelah bebas nanti,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....